Terdampak Efisiensi, Revitalisasi Pasar Tradisional di Blitar Kembali Tertunda

Terdampak Efisiensi, Revitalisasi Pasar Tradisional di Blitar Kembali Tertunda
Kebakaran yang melanda Pasar Kesamben pad 2022 lalu. (Aziz)

Blitar, LINGKARWILIS.COM – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar untuk merevitalisasi sejumlah pasar tradisional kembali mengalami penundaan akibat efisiensi anggaran.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar, Darmadi, mengakui bahwa revitalisasi pasar tradisional yang tersebar di berbagai kecamatan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat karena keterbatasan anggaran.

“Tahun lalu sudah ada perencanaan untuk revitalisasi yang direncanakan berjalan pada 2025. Namun, karena kebijakan efisiensi, proyek ini belum bisa dilaksanakan. Mudah-mudahan tahun depan bisa direalisasikan,” ujarnya, Minggu (23/3/2025).

Darmadi menjelaskan bahwa ada dua opsi sumber pendanaan, yakni dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Blitar dan bantuan dari pemerintah pusat.

Baca juga : Warga Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya, Kesal Pemerintah Daerah Tidak Segera Bertindak

Namun, hingga kini usulan kepada pemerintah pusat belum mendapatkan respons. Dua pasar yang telah masuk dalam agenda perbaikan adalah Pasar Srengat dan Pasar Lodoyo atau Sutojayan.

Kedua pasar ini sudah lama tidak mendapatkan perbaikan total, padahal perannya sangat penting dalam menopang perekonomian lokal dan menarik banyak pembeli.

“Usulan kami masih dalam tahap pertimbangan pemerintah pusat dan belum ada kepastian,” jelasnya.

Salah satu pasar yang paling mendesak untuk direvitalisasi adalah Pasar Kesamben, yang mengalami kebakaran pada 2022. Hingga kini, belum ada upaya rehabilitasi karena kendala anggaran.

Baca juga : Kantor Imigrasi Kediri Berubah Status, Kini Bisa Lakukan Pemeriksaan Keimigrasian

Diperkirakan, dana yang dibutuhkan untuk membangun kembali pasar ini mencapai lebih dari Rp 80 miliar. Akibat kebakaran tersebut, banyak pedagang kehilangan tempat mencari nafkah dan hingga saat ini masih bertahan dengan berjualan di lapak sementara.

“Pasar Kesamben merupakan barometer ekonomi di wilayah timur Kabupaten Blitar. Kami berharap ada solusi dari pemerintah pusat agar revitalisasi segera terwujud,” ungkap Darmadi.

Rencananya, Pasar Kesamben akan dibangun kembali dengan konsep dua lantai guna menampung jumlah pedagang yang terus meningkat. Dengan konsep ini, diharapkan aktivitas jual beli menjadi lebih nyaman dan efisien.

“Kami sangat berharap pemerintah pusat dapat segera merealisasikan revitalisasi Pasar Kesamben, mengingat anggaran daerah belum mencukupi,” tambahnya.

Darmadi juga mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya mengelola 13 pasar tradisional yang tersebar di berbagai kecamatan, termasuk Pasar Kanigoro, Pasar Wlingi, Pasar Talun, Pasar Garum, Pasar Gandusari, Pasar Doko, Pasar Nglegok, Pasar Kademangan, Pasar Lodoyo, Pasar Srengat, Pasar Ngembul, dan Pasar Wonodadi. Sebagian besar pasar ini sudah berusia tua dan membutuhkan perbaikan agar tetap berfungsi optimal sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Salah satu revitalisasi yang berhasil direalisasikan adalah Pasar Nglegok, yang telah direnovasi dengan dana sebesar Rp 3 miliar, terdiri dari Rp 2,7 miliar dari APBD dan sisanya dari APBD Kabupaten Blitar.

Pasar ini kini telah digunakan oleh pedagang dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti area parkir, toilet, serta desain atap tinggi untuk kenyamanan pengunjung.***

Reporter : Aziz Wahyudi

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D