KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Dinas Kesehatan, serta Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Kediri pada Senin (21/4/2025) sore. Pertemuan ini difokuskan untuk mengevaluasi dan memastikan kesiapan pelaksanaan ibadah haji tahun 2025.
Anggota Komisi IV, Sulistio Budi, menekankan pentingnya perhatian terhadap kondisi kesehatan para calon jamaah haji, terutama karena mayoritas peserta tergolong lanjut usia. Ia juga mengingatkan agar proses pelunasan biaya haji (ONH) diperhatikan agar tidak menghambat proses pemberangkatan.
“Kesehatan jamaah, khususnya lansia, perlu pemantauan intensif dan pemeriksaan rutin sejak awal keberangkatan. Pelunasan ONH juga harus berjalan lancar agar tidak mengganggu keseluruhan proses,” ujarnya.
Baca juga : Rayakan Hari Kartini, Polwan Kediri Kota Tampil Berkebaya dan Berikan Pelayanan Penuh Pesona Budaya
Sementara itu, Kasi Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Kediri, Drs. H. Kholig Nawawi, menyampaikan bahwa persiapan pemberangkatan haji telah dilakukan secara maksimal. Jumlah jamaah haji dari Kabupaten Kediri tahun ini tercatat sebanyak 1.100 orang. Masa pelunasan biaya haji telah diperpanjang hingga 25 Maret 2025.
“Rencananya, jamaah akan diberangkatkan pada 2 Mei 2025. Sebelumnya, mereka akan transit di asrama haji. Prosesi pelepasan secara simbolis akan dilaksanakan pada Kamis (24/4) di HCC SLG dan dilepas langsung oleh Mas Bup Dhito,” jelasnya.
Dari sisi medis, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khatib, memastikan bahwa setiap kloter akan didampingi oleh satu dokter dan tenaga kesehatan. Ia juga mengimbau jamaah untuk menjaga daya tahan tubuh selama pelaksanaan ibadah.
Baca juga : Peringati Hari Kartini, Elvi Ajak DWP Kemenag Kediri Terus Kobarkan Semangat Emansipasi Perempuan
“Cuaca di Tanah Suci sangat panas. Jamaah perlu memperbanyak konsumsi air putih, membatasi aktivitas, dan menghemat tenaga. Asupan gizi tinggi juga penting agar tubuh tetap bugar selama menjalani rangkaian ibadah yang cukup panjang,” terangnya.
Langkah antisipatif dari berbagai pihak ini diharapkan mampu mendukung kelancaran dan keselamatan jamaah haji Kabupaten Kediri selama menjalankan rukun Islam kelima.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






