Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dalam upaya memperkuat ketahanan Kota Kediri terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kediri menyelenggarakan Rapat Koordinasi Program Kota Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN) 2025, Kamis (24/4/2025). Agenda strategis ini berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Kota Kediri dan melibatkan berbagai unsur lintas sektor.
Rapat dibuka langsung oleh Kepala BNN Kota Kediri, Yudha Wirawan, S.E., M.M., dan dihadiri jajaran Tim Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dari Polres Kediri Kota, Kodim 0809, Pemerintah Kota Kediri, Kejaksaan Negeri, Kementerian Agama, hingga perwakilan tingkat kecamatan.
Dalam sambutannya, Yudha menegaskan bahwa program KOTAN 2025 merupakan bagian dari visi besar menjadikan Kediri sebagai kota yang MAPAN—singkatan dari Maju, Agamis, Produktif, Aman, Ngangeni, dan Bersinar (Bersih Narkoba). Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi yang solid antar organisasi perangkat daerah (OPD) serta institusi pendukung lainnya.
Baca juga : Wabup Kediri Dewi Maria Ulfa Resmi Melepas 1.078 Jamaah Haji ke Tanah Suci
“Ketanggapan terhadap ancaman narkoba bukan hanya tugas satu lembaga, tapi tanggung jawab kolektif. Dengan koordinasi yang kuat, kita bisa wujudkan Kediri sebagai kota yang benar-benar bebas dari narkoba,” ujarnya.
Sekretaris Bappeda Kota Kediri, Herry Krismono, S.E., M.M., dalam forum tersebut juga menyoroti pentingnya dukungan lintas sektor sebagai fondasi utama dalam penguatan kebijakan penanggulangan narkoba. Ia menyampaikan bahwa perencanaan program harus berbasis kolaborasi agar implementasinya berjalan efektif.
Sementara itu, Kabid Kesbangpol Kota Kediri, Rosyid Afandi, S.STP., menggarisbawahi pentingnya peran aktif Tim Terpadu P4GN dalam mengawal dan mengoptimalkan langkah-langkah pencegahan di tingkat akar rumput.
Baca juga : Lewat Program Karomah, Polres Kediri Kota Bangun Karakter Anggota yang Tangguh dan Humanis
Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), Miftakul Choiriyah, S.I.Kom., turut memberikan paparan terkait capaian indeks ketanggapan narkoba Kota Kediri dalam program IKOTAN 2024. Berdasarkan hasil penilaian, Kediri tercatat sebagai salah satu kota dengan kategori “sangat tanggap”.
“Ini merupakan cerminan komitmen bersama dari seluruh pihak. Namun capaian ini harus terus dijaga dan ditingkatkan,” ungkap Miftakul.
Rapat koordinasi ini menandai langkah awal penguatan program KOTAN 2025 yang diharapkan mampu menciptakan ekosistem kota yang sehat, aman, dan terbebas dari pengaruh buruk narkoba melalui pendekatan berbasis kolaborasi, edukasi, dan keteladanan.***
Reporter : Agus Sulistyo
Editor : Hadiyin






