Satpol PP dan Dinkes Ponorogo Temukan Pekerja Warung Terindikasi HIV, Lima Lokasi Jadi Target Pemeriksaan

Satpol PP dan Dinkes Ponorogo Temukan Pekerja Warung Terindikasi HIV, Lima Lokasi Jadi Target Pemeriksaan
Sejumlah pekerja warung esek esek saat menjalani tes yang dilakukan oleh Satpol PP dan Dinkes (Sony)

PONOROGO, LINGKARWIRIS.COM – Tim gabungan dari Satpol PP dan Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo kembali melakukan razia kesehatan di sejumlah warung remang-remang yang disinyalir menjadi pusat aktivitas penyakit masyarakat. Dalam operasi yang dilakukan Kamis (8/5/2025), sejumlah pekerja kembali ditemukan terindikasi mengidap HIV.

Razia yang menyasar empat titik di wilayah Kecamatan Babadan dan Sukorejo, meliputi kawasan Janti, Sukosari, Danyang, dan Serangan, menghasilkan temuan signifikan. Di lokasi Janti, dari 24 pekerja yang terdata, 13 telah menjalani tes awal dan dua orang dinyatakan terindikasi HIV. Angka ini menambah total temuan dari tracing sebelumnya yang telah mengonfirmasi tiga kasus positif.

bayar PBB Kota Kediri

“Total sejauh ini ada lima kasus terindikasi HIV dari dua kali pemeriksaan, semuanya orang berbeda,” kata Kepala Satpol PP Ponorogo, Eko Edi Suprapto.

Baca juga : Kediri Half Marathon 2025 Diikuti 4.000 Pelari, Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1220

Sementara itu, pemeriksaan di Sukosari menemukan dua pekerja dengan gejala mencurigakan dari total empat yang diperiksa. Di Danyang, tiga dari sepuluh orang menunjukkan indikasi serupa. Hanya di Serangan, Sukorejo, tidak ditemukan kasus, meskipun pemeriksaan dilakukan terhadap sepuluh orang.

“Lokasi di Serangan sebenarnya tidak ada kamar, hanya warung biasa yang dijaga pekerja muda. Kami tetap akan koordinasi dengan muspika dan desa setempat untuk tindak lanjut,” imbuh Eko.

Melihat hasil tersebut, Satpol PP berencana menutup seluruh warung yang terlibat. Selain dinilai melanggar Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2011, keberadaan warung-warung tersebut dianggap berisiko tinggi dalam penyebaran penyakit menular.

Baca juga : Angka Putus Sekolah di Kabupaten Kediri Turun Tajam, Disdik Terus Dorong Anak Kembali ke Bangku Sekolah

“Seluruh lokasi akan kami tutup mulai Senin. Kami beri waktu persiapan bagi para pemilik. Penutupan ini akan melibatkan muspika dan pemerintah desa karena mayoritas pekerja berasal dari luar daerah,” jelasnya.

Selain tindakan tegas berupa penutupan, Pemkab juga akan melanjutkan langkah pembinaan dan evaluasi terhadap tempat serupa di masa mendatang, guna mencegah munculnya kembali aktivitas serupa.

“Kami akan pastikan penanganan tidak berhenti di sini. Ke depan, pendekatan menyeluruh dan jangka panjang akan dilakukan bersama unsur muspika,” pungkasnya.***

Reporter : Sony Prasetyo

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *