BLITAR, LINGKARWILIS.COM – Tim gabungan terus melanjutkan pencarian terhadap M. Daffa Nur Ilham Mahfud (18), warga Dusun Gendong, Desa Purworejo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, yang dilaporkan hanyut di Sungai Brantas pada Selasa (27/5/2025) sore. Operasi penyelamatan memasuki hari kedua dengan fokus pencarian di titik kejadian hingga radius tiga kilometer.
Koordinator Unit Siaga SAR Malang Raya, Yoni Fariza, menyampaikan bahwa total 35 personel terlibat dalam pencarian yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Tim terdiri dari unsur Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta sejumlah relawan. Sebelum turun ke lokasi, seluruh personel mengikuti briefing di kediaman Ketua RT setempat.
“Fokus pencarian masih di area lokasi awal korban dinyatakan hilang. Meskipun kondisi sungai tidak dalam, arusnya cukup deras sehingga semua petugas diminta ekstra waspada,” ujar Yoni.
Baca juga : Ajak Peduli Sesama, Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang Kampus Kediri Gelar Donor Darah
Dari rumah Ketua RT di Dusun Gendong, seluruh tim bergerak menuju Sungai Brantas menggunakan pikap dan sepeda motor. Di lokasi, dua perahu mesin diturunkan ke sungai dengan masing-masing memuat hingga enam petugas. Perahu melakukan manuver khusus dengan membentuk pusaran air untuk memeriksa kemungkinan korban tersangkut di dasar sungai.
Pencarian dilakukan melalui dua jalur, yakni tim perahu di dalam sungai dan tim darat yang menyusuri sepanjang tepian.
Hingga berita ini ditayangkan, korban belum ditemukan. Operasi pencarian direncanakan akan dilanjutkan hingga maksimal tujuh hari. Jika sampai batas waktu tersebut korban belum ditemukan, pencarian kemungkinan akan dihentikan.
Baca juga : Kurangi Sampah Plastik, Pemkab Blitar Terbitkan Surat Edaran Penggunaan Kantong Ramah Lingkungan
Menurut informasi yang dihimpun dari sejumlah saksi mata, kejadian tragis tersebut bermula saat korban bersama tiga temannya—Ahmad Irham, M. Amir Febria Saputra, dan satu remaja lain—berenang di pinggir Sungai Brantas sekitar pukul 15.30 WIB.
Awalnya, keempat remaja tersebut berhasil menyeberang dari sisi utara ke selatan. Namun saat mencoba kembali ke sisi utara, korban diduga mengalami kelelahan saat berada di tengah arus sungai yang deras. Meskipun teman-temannya sempat mencoba menolong, korban tak berhasil diselamatkan dan akhirnya terseret arus.
Insiden ini terjadi hanya berselang sepekan setelah peristiwa serupa yang menimpa seorang balita warga Desa Kalipucung, yang ditemukan meninggal dunia di sungai yang sama. Kini, tragedi kembali menimpa warga Kecamatan Sanankulon, memperkuat urgensi kewaspadaan terhadap aktivitas di sekitar Sungai Brantas.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





