KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Seorang warga yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) di RT 8 RW 8 Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, ditangani secara humanis oleh tim gabungan dari tiga pilar kelurahan, serta petugas medis dari Puskesmas Pesantren II, Rabu (2/7/2025).
Penanganan dipimpin langsung oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Tosaren, Aiptu Yulianto Trimaryono, bersama Babinsa, perangkat kelurahan, Tim Reaksi Cepat (TRC), dan tenaga kesehatan.
Mereka menyambangi kediaman Bu Roet Woeryangingsih, tempat tinggal Senon Pendrikarto, seorang ODGJ yang kerap menimbulkan keresahan warga sekitar dengan teriakan, aksi melempar benda, dan perilaku mengancam.
Aiptu Yulianto menyampaikan bahwa langkah yang diambil tim gabungan dilakukan secara persuasif dan edukatif kepada keluarga. “Kami hadir bersama tim medis untuk memberikan pemeriksaan awal serta edukasi mengenai pentingnya penanganan medis jangka panjang terhadap ODGJ,” ujarnya.
Baca juga : Kasat Reskrim Polres Kediri Berganti, AKP Joshua Peter Resmi Gantikan AKP Fauzy Pratama
Langkah cepat yang dilakukan aparat bersama tenaga medis mendapat sambutan positif dari warga. Kehadiran mereka dinilai memberikan rasa aman serta mengurangi ketegangan sosial di lingkungan setempat.
“Permasalahan ODGJ ini tidak boleh diabaikan karena langsung berdampak pada kenyamanan warga,” tambah Aiptu Yulianto.
Sementara itu, Kapolsek Pesantren, Kompol Siswandi, SH, menekankan bahwa penanganan ODGJ bukan hanya persoalan keamanan, melainkan juga bentuk kepedulian kemanusiaan. Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat penting agar penanganan bisa berjalan lebih efisien dan menyentuh aspek sosial secara menyeluruh.
“Kegiatan ini bagian dari implementasi program Polres Kediri Kota yang berlandaskan semangat PRESISI: Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan, serta filosofi KCTI—Kerja Keras, Cerdas, Tuntas, dan Ikhlas,” jelas Kompol Siswandi.
Baca juga : Republik Lele, Destinasi Edukasi Budidaya Ikan Lele di Kediri Selama Liburan
Ia juga mengingatkan pentingnya peran polisi sebagai agen perubahan sosial. “Jadilah polisi yang selalu menebar kebaikan di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Dengan penanganan ini, diharapkan situasi di Kelurahan Tosaren kembali kondusif dan keluarga Senon Pendrikarto mendapat dukungan yang layak dalam proses pemulihan mental.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





