PONOROGO, LINGKARWILIS.COM – Sebanyak 13 pelajar terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian setelah tertangkap tengah melakukan konvoi perguruan silat menjelang subuh di Jalan Ahmad Yani, Kota Ponorogo. Aksi mereka dianggap mengganggu ketertiban umum dan membuat resah warga sekitar.
Tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Ponorogo, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Damkar segera turun tangan membubarkan rombongan remaja tersebut. Mereka langsung digiring ke Mapolres Ponorogo untuk pendataan dan pembinaan.
“Setelah diamankan, para pelajar kami bawa ke kantor untuk diberikan arahan dan pembinaan,” jelas Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Rudi Hidayanto.
Beberapa pelajar sempat mencoba kabur saat pembubaran berlangsung, namun berhasil diamankan tanpa insiden. Dari pemeriksaan, tidak ditemukan adanya senjata tajam atau benda berbahaya.
“Walaupun tak membawa senjata, aksi mereka tetap membahayakan dan menyalahi aturan ketertiban masyarakat,” tegas AKP Rudi.
Seluruh pelajar tersebut dipulangkan keesokan harinya setelah menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Orang tua yang menjemput anaknya juga diberi edukasi agar lebih intens mengawasi kegiatan putra-putrinya, sementara pihak sekolah diminta mengirimkan surat komitmen pembinaan terhadap siswanya.
Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, menyatakan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan patroli skala besar, terutama menjelang dan pasca pengesahan perguruan silat yang kerap memicu gangguan kamtibmas.
Baca juga : Empat Musim Bersama, Persik Kediri Resmi Berpisah dengan Agil Munawar
“Tindakan ini sebagai langkah preventif untuk menjaga rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Ponorogo,” ujar AKBP Andin.***
Reporter: Sony Dwi Prasetyo
Editor : Hadiyin





