Nganjuk, LINGKARWILIS.COM – Potensi pariwisata Kabupaten Nganjuk semakin berkembang dengan hadirnya berbagai destinasi baru di kawasan lereng Gunung Wilis.
Salah satu yang kini mulai menarik perhatian adalah Goa Ndalem, terletak di Desa Kebon Agung, Kecamatan Sawahan. Tempat ini menjadi bagian dari tren positif di mana masyarakat lokal dan pemerintahan desa bersinergi mengembangkan potensi wisata berbasis alam dan budaya.
Setelah sebelumnya muncul destinasi seperti arung jeram dan taman batu di Margopatut, serta wisata batik dan air terjun di kawasan Ngetos, kini Goa Ndalem hadir sebagai alternatif baru yang menggabungkan keindahan alam, nilai sejarah, hingga spiritualitas.
Dihimpun dari berbagai sumber, berikut empat daya tarik utama dari Goa Ndalem yang diproyeksikan menjadi magnet wisata baru di wilayah selatan Nganjuk:
1. Landmark Khas Bertuliskan “Goa Ndalem”
Daya tarik visual langsung terlihat dari kejauhan: sebuah tulisan raksasa “Goa Ndalem” dengan cat putih menyala terpampang di sisi barat bukit, menghadap jalan utama Nganjuk–Sawahan.
Keberadaan tulisan ini sekilas mengingatkan pada landmark ikonik Hollywood Sign di Los Angeles, memberikan kesan modern pada kawasan yang sarat nuansa tradisional.
2. Jejak Religius dan Nilai Sejarah
Berdasarkan catatan komunitas nganjukfolkstory, area Goa Ndalem diyakini dulunya merupakan lokasi padepokan dan tempat pendidikan spiritual.
Tempat ini disebut-sebut sebagai lokasi penggemblengan para murid oleh Raden Ayu Kaji Siti Kalimah, yang dipercaya merupakan keturunan ketujuh dari Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak. Aspek historis ini menambah nilai penting bagi wisatawan yang mencari pengalaman lebih dari sekadar panorama alam.
3. Empat Goa Bernilai Sakral
Masyarakat sekitar masih menjaga kekeramatan kawasan ini, terutama karena keberadaan empat goa dengan cerita masing-masing. Goa Macan dikenal dengan lorongnya yang diyakini menembus hingga Kediri.
Goa Topo digunakan sebagai lokasi bertapa. Goa Payung memiliki bentuk unik menyerupai payung, sementara Goa Kucur diyakini sebagai tempat wudhu Raden Ayu Kaji Siti Kalimah dan santrinya. Keempatnya masih kental dengan nuansa spiritual dan dipercaya memiliki energi tersendiri.
4. Nuansa Alam dan Kebun Durian Rakyat
Selain mengeksplorasi goa-goa, pengunjung juga bisa menikmati suasana alam khas Gunung Wilis, seperti kejernihan sungai yang mengalir dari Mata Air Sedudo, yang oleh warga dianggap keramat. Tak hanya itu, wilayah Sawahan dikenal sebagai sentra durian lokal, yang menjadi daya tarik kuliner bagi para wisatawan.
Dengan keunggulan alam, budaya, dan sejarah yang berpadu harmonis, Goa Ndalem berpotensi besar menjadi primadona baru wisata Nganjuk. Lokasinya pun strategis, hanya sekitar 15 kilometer dari pusat kota Nganjuk, dengan akses jalan yang memadai.***
Reporter : Inna Dewi Fatima
Editor : Hadiyin





