KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Kebakaran hebat melanda lahan tebu di wilayah sawah kas Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Rabu (23/7/2025) siang. Berkat respons cepat Polsek Pesantren bersama tim Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Kediri, kobaran api berhasil dikendalikan sebelum meluas ke area lain.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.56 WIB itu menghanguskan kurang lebih 150 ru tanaman tebu. Nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp20 juta. Lahan tersebut disewa oleh Sugiono (60), warga Kelurahan Bangsal, untuk keperluan budidaya tebu.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh dua warga Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem Winarno (46) dan Andik Prasetyo (32) yang melihat kepulan asap dan api dari kejauhan. Sementara itu, Eko Wiyanto (35), pembeli tebu asal Blabak, Kandat, yang sedang berada di lokasi, segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Dua unit mobil PMK dikerahkan ke lokasi kejadian. Personel gabungan dari Polsek Pesantren, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat sekitar turut membantu upaya pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.
Panit Reskrim Polsek Pesantren, Ipda Suwondo, menyampaikan bahwa pihaknya langsung mengamankan lokasi dan memintai keterangan dari sejumlah saksi.
“Kami masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Saat ini belum ada kesimpulan mengenai sumber api,” jelasnya.
Adapun tim penanganan di lapangan terdiri dari Pawas Polsek AKP Amir W, Padal Piket IPDA Suwondo, anggota piket fungsi, serta unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Bangsal. Meski tidak ada korban jiwa, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran di musim kemarau.
“Sekecil apapun percikan api bisa memicu bencana, apalagi di lahan kering seperti saat ini. Kami harap warga lebih berhati-hati,” tegas Ipda Suwondo.
Baca juga : Sambut Hari Bhakti Adhyaksa, Kejari Kediri Gelar Pasar Murah untuk Warga Kota Kediri
Peristiwa ini mencerminkan sinergi kuat antara aparat keamanan, instansi terkait, dan warga dalam merespons situasi darurat, sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap risiko kebakaran lahan di musim kemarau.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin






