Kekurangan Personel, Enam JPL di Tulungagung Belum Aktif, Ditargetkan Berfungsi Oktober 2025

Kekurangan Personel, Enam JPL di Tulungagung Belum Aktif, Ditargetkan Berfungsi Oktober 2025
Kabid Lalu Lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung, Panji Putranto saat memberikan keterangan terkait JPL yang belum beroperasi (isal)

TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM – Sebanyak enam jalur perlintasan langsung (JPL) di wilayah Tulungagung hingga kini belum beroperasi lantaran keterbatasan jumlah petugas jaga. Kendati demikian, Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung menargetkan seluruh JPL tersebut sudah aktif pada Oktober 2025 mendatang.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tulungagung, Panji Putranto, menjelaskan bahwa hingga 2025 telah dibangun 11 JPL pada perlintasan sebidang. Namun, saat ini baru lima titik yang berfungsi, sementara enam lainnya masih menunggu kesiapan personel.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

“Karena keterbatasan petugas, saat ini baru lima JPL yang bisa kami operasikan. Enam lainnya sementara belum dapat digunakan,” terangnya, Senin (18/8/2025).

Adapun enam JPL yang belum aktif meliputi satu titik di Desa Rejotangan, dua titik di Desa Buntaran, serta masing-masing satu titik di Desa Pulosari, Kromasan, dan Bendiljati Wetan. Lokasi tersebut tercatat dari JPL 238 hingga JPL 215 di sisi timur.

Baca juga : Sumber Air Cakarsi, Kota Kediri Dinormalisasi, Ini Tujuannya

Panji menambahkan, saat ini pihaknya sudah mengirim calon petugas untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) di DAOP 7 Madiun. Setelah lulus dan bersertifikat, mereka akan ditempatkan di pos JPL yang masih kosong.

“Diklat ini wajib diikuti agar mereka siap bertugas di lapangan. Targetnya, pada Oktober 2025 enam JPL itu sudah beroperasi,” jelasnya.

Untuk mengoperasikan 11 titik JPL, dibutuhkan sedikitnya 44 petugas bersertifikat. Saat ini Dishub Tulungagung baru memiliki 20 petugas aktif, sementara 24 orang lainnya masih dalam tahap pelatihan. Setiap pos nantinya akan dijaga empat personel dengan sistem tiga shift dalam sehari.

Baca juga : Mukib, Penjual Pakaian Bekas Keliling Mengandalkan Bentor di Kota Kediri

Sambil menunggu pengoperasian, palang pintu pada enam JPL yang belum aktif terpaksa dilepas agar pengguna jalan menyadari bahwa pos tersebut belum berfungsi. Dishub juga memasang papan peringatan serta melakukan pengecekan rutin guna memastikan peralatan tetap aman.

“Kami imbau masyarakat untuk lebih waspada saat melintas di jalur tersebut,” pungkas Panji.***

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *