Barista Asal Kediri Kelola 15 Outlet Kayuhan Caffe, Begini Cerita Perjuangannya

Dari Pelatihan Barista hingga Kelola 15 Outlet Kayuhan Caffe
R. Syehha Agem Manumafyasya. S. T. Barista Muda Kediri (bakti)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Profesi barista tak hanya sekadar meracik dan menyajikan kopi. Lebih dari itu, seorang barista dituntut memahami tren, menguasai teknik pengolahan dengan berbagai varian, serta mengenal peralatan modern demi menghasilkan cita rasa berkualitas.

Proses panjang untuk mencapai profesionalisme ini dijalani oleh R. Syehha Agem Manumafyasya, S.T., barista muda asal Kediri. Bertahun-tahun ia menimba ilmu, mulai dari mengikuti berbagai pelatihan, belajar dari senior-senior barista di Kediri Raya yang memiliki coffee shop, hingga mendalami teknik roasting.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Konsistensi tersebut mengantarkannya menjadi salah satu barista ternama di Kabupaten Kediri. Kini, Syehha bahkan kerap dipercaya sebagai pemateri dalam pelatihan barista di Balai Latihan Kerja (BLK).

Kariernya berawal dari ketertarikan pada manual espresso base hingga akhirnya memahami berbagai varian rasa minuman kopi. Belum lama ini, ia meresmikan outlet Kayuhan Caffe, yang mengusung konsep street cafe.

Baca juga : Jalan Kreasi Tutup Rangkaian PHBN RW 06 Lingkungan Bence, Kelurahan Pakunden, Kota Kediri

“Saat ini saya bertanggung jawab mengelola 15 outlet Kayuhan Caffe yang tersebar di Kabupaten Kediri, seperti Purwokerto Ngadiluwih, Pare, Tarokan, dan Wates. Pusatnya berada di Tarokan. Baru saja kami meluncurkan Kayuhan Maca, dan dalam waktu dekat akan hadir outlet Kayuhan Caffe di Kota Kediri,” ungkap Syehha.

Ia menambahkan, pemilihan biji kopi terbaik dilakukan langsung oleh Oky, founder Kayuhan Caffe. Menu andalan yang ditawarkan antara lain espresso base, kopi susu aren, vanilla coffee, coffee white clever, pandan latte, open label butter scotch, hingga Kayuhan Signature. Untuk nonkopi tersedia varian minuman cokelat dan stroberi.

“Harga sangat terjangkau, mulai Rp7.000 hingga Rp15.000. Karena konsepnya street cafe, pembelian bisa dilakukan secara take away. Mayoritas konsumen kami berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Baca juga : Ratusan Peserta Gowes Meriahkan HAORNAS ke-42, Penyelenggaranya Pondok Pesantren di Kediri

Menjadi barista bukan hanya soal teknik, tapi juga perlu wawasan luas, kepekaan rasa, serta kemampuan membaca selera pasar,” pungkasnya.***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *