Santri Al-Mahrusiyah Lirboyo Tetap Fokus Mengaji di Tengah Isu Nasional Soal Perbudakan di Pesantren

Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah Lirboyo
Pintu Gerbang Pondok Al Mahrusiyah Lirboyo (Kayis)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Di tengah merebaknya isu nasional terkait keamanan dan aktivitas di sejumlah pondok pesantren, suasana di Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah Lirboyo, Kediri, justru menunjukkan ketenangan. Aktivitas ribuan santri di pesantren tersebut tetap berjalan seperti biasa, tanpa terganggu oleh rumor yang sempat menyeret nama Lirboyo di media sosial.

Baik di kompleks pondok putra maupun putri, kegiatan belajar mengajar dan ibadah berlangsung normal. Tidak tampak tanda-tanda kepanikan atau gangguan yang memengaruhi konsentrasi para santri dalam menimba ilmu.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Pihak pengurus pesantren menegaskan bahwa menjaga suasana kondusif menjadi prioritas utama, terutama saat muncul isu-isu sensitif terkait dunia pesantren. Fokus utama para santri dan pengurus adalah memastikan proses pendidikan agama tetap berjalan dengan baik.

Fidrotul Wahidah (22), salah satu ketua unit pondok putri, menuturkan bahwa seluruh kegiatan di lingkungan pesantren berjalan lancar seperti biasanya.

“Alhamdulillah, semua aktivitas tetap normal. Ibadah, belajar, setoran hafalan, musyawarah, kajian kitab, hingga majelis maulid dan bahtsul masail tetap berlangsung seperti biasa,” ujarnya, kemarin.

Baca juga : Lirboyo Bersholawat, Puluhan Ribu Jamaah Padati Kediri, Simbol Solidaritas Santri Pasca Kontroversi Trans7

Ia menambahkan, ketenangan di pesantren tidak lepas dari peran para masyayikh dan pengasuh yang konsisten memberikan teladan disiplin dan keteguhan hati. Menurutnya, isu-isu eksternal justru memperkuat kebersamaan di internal pesantren untuk terus menjaga kualitas pendidikan dan pengajaran di Al-Mahrusiyah Lirboyo.

Ketenangan tersebut juga dirasakan oleh para wali santri. Meski isu-isu seputar pesantren ramai diperbincangkan, para orang tua tetap menaruh kepercayaan penuh terhadap sistem pendidikan dan nilai-nilai yang telah dijaga pesantren selama puluhan tahun.

Hal serupa disampaikan oleh Lia (19), santri yang ditemui usai kegiatan Madrasah Diniyah.

“Kami percaya pada kurikulum pesantren. Di sini kami belajar adab, disiplin, ilmu agama, sekaligus nasionalisme. Jadi kami fokus saja mengaji dan belajar. Soal isu di luar, biarlah diselesaikan di luar,” katanya.

Baca juga : FPRB Kabupaten Kediri Dukung Langkah Normalisasi Sungai di Wilayah Barat

Menurut Lia, selama pengajaran tetap berlandaskan ajaran Islam sesuai kitab kuning dan sejalan dengan nilai kemanusiaan, tidak ada alasan untuk khawatir.

Kondisi tenang di Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah Lirboyo menjadi bukti bahwa tradisi keilmuan yang kokoh dan sistem pengawasan internal yang baik mampu menjadi tameng dari berbagai isu luar.

Pesantren ini memilih menjawab kegaduhan bukan dengan perdebatan, melainkan dengan menunjukkan konsistensi dalam kegiatan belajar para santri.***

Penulis: Kayisatul Masruroh

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *