Kediri, LINGKARWILIS.COM –Kejurnas Taekwondo Grade-B Jatim Open 2025 yang berlangsung di GOR Jayabaya menghadirkan 1.282 peserta dari berbagai daerah di Tanah Air, dengan mayoritas atlet merupakan para santri.
Dominasi prestasi santri semakin terlihat melalui aksi tim demonstrasi Taekwondo N-LIONS yang tampil memukau dalam special performance. Tim tersebut berasal dari Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School, Bogor.
Nama N-LIONS memiliki makna tersendiri: huruf “N” merujuk pada “Nurul Iman”, sementara “Lions” melambangkan keberanian. Tim ini dikenal publik berkat penampilan panggungnya yang energik dan pernah meraih juara ketiga di ajang Indonesia’s Got Talent 2022.
Baca juga : BPBD Kota Kediri Evakuasi Pohon Mauni yang Tumbang
Pembukaan resmi kejuaraan dimulai pukul 10.30 WIB oleh Ketua Umum Pengprov TI Jawa Timur, Mayjen TNI (Purn) Yusman Madayun. Hadir pula Wakil Wali Kota Kediri KH. Qowimuddin Thoha, Kepala Disbudparpora Kota Kediri Bambang Priambodo, perwakilan PB Taekwondo Indonesia, Ketua KONI Jawa Timur, Disbudparpora Jatim, sejumlah OPD, serta perwakilan berbagai pondok pesantren.
Wakil Wali Kota Kediri, KH. Qowimuddin Thoha atau Gus Qowim, menyampaikan bahwa para peserta berasal dari sejumlah provinsi, termasuk Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Bali.
“Ini merupakan kejuaraan Grade-B yang tingkatannya lebih tinggi dibanding event yang digelar di Kota Kediri pada Juli lalu. Didukung juga oleh kehadiran wasit-wasit berlisensi nasional,” katanya, Sabtu (22/11).
Gus Qowim juga menyinggung penampilan N-LIONS yang hampir seluruh anggotanya berlatar belakang santri.
Baca juga : Pelarian ke Lampung Terhenti, Suami Siri Pembunuh Lansia di Jombang Diciduk Polisi
“Pertunjukan dari N-LIONS yang menampilkan freestyle Taekwondo membuktikan bahwa santri pun mampu tampil unggul di berbagai bidang,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Pemkot Kediri memberikan apresiasi penuh atas terselenggaranya kejuaraan tersebut. Menurutnya, kegiatan olahraga seperti ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga wahana munculnya bibit atlet baru sekaligus meningkatkan iklim olahraga di Kota Kediri, termasuk mendorong sport tourism.
“Hal ini sejalan dengan komitmen kami dalam mengembangkan sektor olahraga dan city tourism di Kota Kediri,” tuturnya.
Gus Qowim berharap ke depan semakin banyak kegiatan berskala provinsi maupun nasional diselenggarakan di Kota Kediri untuk memperluas eksposur kota di mata publik.
“Dari sisi pariwisata, kuliner, hingga UMKM, event seperti ini membawa dampak positif. Apalagi akses menuju Kota Kediri semakin mudah, termasuk adanya rute penerbangan Jakarta–Kediri melalui Bandara Dhoho,” jelasnya.
Ia pun mengajak seluruh atlet dan kontingen untuk menikmati suasana Kota Kediri usai bertanding.
“Setelah bertarung di arena, sempatkan berkeliling. Kunjungi pusat oleh-oleh, cicipi kuliner, dan nikmati destinasi wisata. Biar pulangnya tidak hanya membawa medali, tapi juga kesan tentang Kota Kediri yang bikin kangen,” pungkasnya.***
Reporter: Agus Ely Burhan
Editor : Hadiyin






