Ramadan di Ponpes Attahdzib, 52 Kitab Tuntas Dikaji, Santri Juga Kelola Budidaya Ikan

Ramadan di Ponpes Attahdzib, 52 Kitab Tuntas Dikaji, Santri Juga Kelola Budidaya Ikan
Santri Pondok Pesantren Attahdzib mengikuti ngaji kilatan kitab kuning sekaligus praktik budidaya ikan selama kegiatan Ramadan di lingkungan pesantren. (Foto : Santoso)

JOMBANG, LINGKARWILIS.COM – Bulan Ramadan dimanfaatkan para santri di Pondok Pesantren Attahdzib, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, untuk memperdalam literasi keagamaan sekaligus memperkuat keterampilan hidup. Selain fokus pada kajian kitab kuning, para santri juga terlibat dalam aktivitas budidaya perikanan pada siang hari.

Selama Ramadan, pesantren mengintensifkan program ngaji kilatan dengan target penyelesaian puluhan kitab dalam waktu relatif singkat. Sejak usai Salat Subuh hingga menjelang malam, para santri mengikuti rangkaian pengajian secara maraton di bawah bimbingan para asatidz.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Pengasuh Pondok Pesantren Attahdzib, KH Ahmad Masruh, menyampaikan bahwa Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus membentuk karakter kemandirian santri.

Baca juga :Β Kas Keliling BI Kediri Diserbu, Ratusan Warga Ponorogo Antre Sejak Pagi

Menurutnya, terdapat 52 kitab kuning yang dikaji selama program berlangsung. Para santri diberi keleluasaan memilih kitab sesuai minat dan kebutuhan keilmuan masing-masing. Proses pembelajaran dimulai selepas Subuh dan berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WIB.

Di tengah padatnya jadwal pengajian, sebagian santri juga mengikuti kegiatan budidaya ikan sebagai bagian dari pembelajaran praktik. Mereka terlibat langsung dalam pengelolaan kolam, mulai dari tahap pembibitan, perawatan, hingga panen.

Abdul Latif, salah seorang santri, menuturkan bahwa seluruh proses budidaya dijalankan secara mandiri oleh para santri. Masa panen bervariasi, antara dua hingga enam bulan, tergantung jenis ikan yang dibudidayakan.

Baca juga :Β Bupati Kediri, Mas Dhito, Larang Penggunaan Pengeras Suara Bervolume Tinggi saat Sahur Keliling

Tak hanya perikanan, pesantren juga membekali santri dengan keterampilan dasar di bidang pertanian dan keahlian praktis lainnya. Program ini diharapkan menjadi bekal saat para santri kembali ke masyarakat.

Perpaduan antara pendalaman kitab kuning dan pelatihan keterampilan hidup menjadikan Ramadan di Ponpes Attahdzib sebagai ruang pembinaan santri yang religius, adaptif, dan berdaya saing.***

Reporter : Agung Pamungkas

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *