Kediri, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong peningkatan kualitas dan daya saing pelaku UMKM, khususnya di sektor jasa boga. Hal itu terlihat dalam kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas UMKM Jasa Boga yang berlangsung di Front One Hotel, Jalan Soekarno Hatta, Kabupaten Kediri, Selasa (26/11/2025).
Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur dari Fraksi PAN, Abdullah Abubakar, hadir langsung untuk memberikan pembekalan kepada para peserta. Ia menegaskan bahwa usaha kuliner kini dituntut lebih higienis, profesional, dan wajib memiliki legalitas usaha.
Abdullah mencontohkan pentingnya legalitas dengan perumpamaan yang mudah dipahami. Menurutnya, usaha tanpa perizinan ibarat hubungan tanpa status—mudah diragukan dan tidak memberikan kepastian.
Baca juga : DP2KBP3A Kabupaten Kediri Peringati Hari Ibu 2025, Tegaskan Peran Ibu dalam Cegah Kekerasan dan Korupsi
“Hal pertama yang dilihat konsumen adalah apakah usahanya sudah bersertifikat PIRT dan halal. Ini bukan sekadar formalitas, tetapi syarat utama membangun kepercayaan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa sertifikasi halal kini menjadi kebutuhan mendesak, terutama karena tingginya perhatian masyarakat terhadap aspek keamanan dan kehalalan produk makanan.
Selain soal izin, Abdullah menyoroti minimnya pemanfaatan media sosial oleh sebagian pelaku UMKM jasa boga. Padahal di era digital, promosi daring menjadi kunci visibilitas usaha.
“Banyak peserta meminta pelatihan lanjutan tentang media sosial. Ini akan kita dorong, karena promosi digital sekarang bukan pilihan lagi, tapi keharusan,” tambahnya.
Baca juga : Musim Hujan, Dinkes Kabupaten Kediri Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Demam Berdarah
Ia mengingatkan bahwa UMKM yang tidak aktif di ruang digital akan semakin sulit bersaing di tengah pasar yang semakin kompetitif.
Abdullah juga menjelaskan adanya fasilitas permodalan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui program kredit bunga rendah di Bank UMKM.
“Bunga hanya 3 persen per tahun, memang menggunakan agunan, tapi sangat membantu untuk menambah modal,” terangnya.
Program tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha, seperti membeli peralatan, meningkatkan kualitas produk, hingga memperluas jaringan pemasaran.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti pelaku UMKM dari Kabupaten maupun Kota Kediri. Acara juga mendapat dukungan dari Klinik Investasi Keliling DPMPTSP Jatim yang memberikan pendampingan terkait perizinan, investasi, dan strategi usaha menuju level lebih tinggi.
Dengan adanya kegiatan ini, Pemprov Jatim menargetkan UMKM jasa boga di wilayah Kediri semakin tertib administrasi, lebih siap bersaing, dan mampu memanfaatkan ruang digital secara maksimal.***
Reporter : Agus Sulistyo Budi
Editor : Hadiyin






