KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Sosialisasi layanan darurat Lapor Mbak Wali 112 kembali digelar di tingkat kelurahan. Kali ini giliran warga Kelurahan Blabak mendapatkan pembekalan langsung terkait pemanfaatan nomor darurat tersebut, Jumat malam (28/11/2025),
Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB itu menghadirkan dua narasumber utama, yakni AKP Budi Santoso dari Polsek Pesantren dan perwakilan Dinas Kominfo Kota Kediri, Moh. Windu Palapa. Hadir pula Kepala Kelurahan Blabak, Babinsa, Linmas, LKK, serta sejumlah undangan.
Dalam penyampaiannya, AKP Budi Santoso menegaskan pentingnya respons cepat dan peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi terkait situasi di lingkungan mereka.
“Nomor 112 bukan sekadar layanan darurat, tetapi jalur komunikasi langsung antara masyarakat dan aparat. Semakin cepat laporan masuk, semakin cepat pula kami merespons. Ini untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan bersama,” jelasnya.
Baca juga : Ular Python Tiga Meter Masuk Rumah, Damkar Kabupaten Kediri Lakukan Evakuasi
Moh. Windu Palapa dari Kominfo Kota Kediri kemudian memaparkan teknis penggunaan layanan 112 serta pentingnya literasi digital agar laporan yang masuk akurat dan sesuai kebutuhan.
“Cukup tekan 112, masyarakat otomatis terhubung dengan layanan darurat tanpa biaya. Kami mendorong warga tidak ragu menghubungi layanan ini ketika melihat potensi gangguan keamanan, kebakaran, atau insiden lain yang membahayakan,” ujarnya.
Bhabinkamtibmas Aiptu Adi Koesno yang turut hadir menilai kegiatan ini sebagai bentuk edukasi nyata agar warga lebih peka terhadap situasi lingkungan.
“Semakin paham masyarakat tentang cara melapor, semakin cepat potensi gangguan bisa dicegah. Keamanan adalah kewajiban bersama, bukan hanya tugas kepolisian,” tegasnya.
Baca juga : Realisasi APBN Kediri Raya Tembus Rp19,3 Triliun hingga Oktober 2025
Rangkaian kegiatan berlangsung tertib, mulai pembukaan, menyanyikan Indonesia Raya, sambutan Kepala Kelurahan Blabak, pemaparan materi, hingga sesi penutup.
Sosialisasi ini sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





