Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kabupaten Kediri memastikan tidak ada Tempat Penampungan Pedagang Sementara (TPPS) maupun praktik jual beli lapak dalam proses relokasi pedagang Pasar Buah Banyakan.
Berbeda dengan Pasar Wates dan Pasar Ngadiluwih yang pedagangnya dipindah ke TPPS sebelum revitalisasi, pedagang buah akan langsung menempati area baru yang dibangun sebagai dampak proyek strategis nasional (PSN) Jalan Tol Kediri–Kertosono.
Kepastian ini disampaikan drh. Titik Purwaningsih dalam kegiatan sosialisasi relokasi pedagang Pasar Buah Banyakan. Lokasi baru yang berjarak sekitar satu kilometer dari pasar lama direncanakan menampung 70 pedagang, tanpa adanya mekanisme jual beli kios. Titik menegaskan, aturan tersebut harus dipatuhi agar di pasar baru tidak muncul konflik antar pedagang.
Baca juga : Wabup Kediri Ingatkan Kepala Desa Hindari Praktik Korupsi, Ini Infonya
“Untuk 70 pedagang buah memang tidak disiapkan TPPS. Selama pembangunan lokasi baru berlangsung, mereka masih berjualan di Pasar Buah Banyakan yang lama. Karena pasar ini terdampak proyek tol Kediri–Kertosono, perlu disediakan tempat yang lebih layak,” jelasnya.
Titik menambahkan, sosialisasi tersebut penting agar pedagang memahami proses pembangunan PSN di Kabupaten Kediri, sekaligus memastikan mereka tetap mendapat lokasi strategis untuk menjual mangga yang menjadi ikon daerah. Fasilitas umum seperti area parkir, musala, dan toilet juga disiapkan di kawasan baru.
“Kami ingin pedagang tetap mudah berkomunikasi dengan pembeli setelah pindah ke lokasi baru. Setiap perkembangan proyek jalan tol akan terus kami informasikan,” pungkasnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





