KEDIRI, LINGKARWILIS.COM —Perajin mebel asal Dusun Petuk, Desa Puhrubuh, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, masih berupaya mempertahankan usaha yang telah digelutinya sejak tahun 2000. Meski ada di tengah ketatnya persaingan industri furnitur modern. Dua bulan terakhir menjadi periode yang paling menantang bagi keberlangsungan usaha.
Mujianto Perajin mebel asal Dusun Petuk, Desa Puhrubuh, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, mengungkapkan, penjualan produk mebel mengalami penurunan signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Beragam produk andalannya, mulai dari lemari, kursi, meja makan hingga dipan kayu, kini semakin sulit terserap pasar.
“Biasanya setiap minggu masih ada pesanan. Tapi dalam dua bulan terakhir ini sangat sepi, bahkan ada minggu tanpa transaksi sama sekali,” ujar Mujianto, Selasa (6/1/2026).
Baca juga : Pemkab Kediri Pastikan Pasar Buah Banyakan Direlokasi ke Desa Bakalan Grogol
Ia menilai, merosotnya penjualan dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat serta semakin masifnya produk furnitur pabrikan yang ditawarkan dengan harga lebih murah dan desain siap pakai.
Meski demikian, Mujianto tetap mempertahankan komitmennya pada kualitas. Ia masih mengandalkan kayu jati dan mahoni sebagai bahan utama, yang selama ini menjadi ciri khas produk buatannya. Menurutnya, mebel hasil pengerjaan tangan memiliki ketahanan serta nilai estetika yang tidak mudah ditandingi produk massal.
“Untuk kualitas, saya masih yakin bisa bersaing. Hanya saja kondisi pasar memang sedang tidak mendukung,” katanya.
Selama lebih dari dua dekade, usaha mebel yang dijalankan Mujianto menjadi tumpuan ekonomi keluarganya sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Namun akibat penurunan permintaan, jumlah tenaga kerja terpaksa dikurangi sebagai langkah efisiensi biaya produksi.
Baca juga : Ketua DPRD Kabupaten Kediri Tanggapi Dugaan Ijazah Palsu Anggota Dewan
Mujianto berharap adanya dukungan promosi serta perluasan akses pemasaran, khususnya melalui platform digital maupun program pemberdayaan UMKM dari pemerintah daerah.
“Kami pelaku usaha kecil hanya ingin bisa terus bertahan. Mudah-mudahan kondisi segera membaik,” pungkasnya.
Kisah Mujianto menjadi gambaran nyata perjuangan pelaku UMKM mebel di wilayah pedesaan Kabupaten Kediri yang terus berjuang menghadapi perubahan pasar dan tekanan ekonomi.***
Reporter : Agus Sulistyo Budi
Editor : Hadiyin





