LINGKARWILIS.COM – Berawal dari sekadar hobi mengisi waktu luang saat pandemi Covid-19, Aris Syaiful Anwar pemuda asal Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang kini berhasil mengubah kegemarannya menjadi usaha budidaya ikan hias yang menjanjikan.
Saat ditemui di lokasi budidayanya, Aris mengisahkan awal mula ketertarikannya pada ikan Koi dan Tamasaba. “Waktu pandemi coba-coba pelihara Koi di rumah. Ternyata hasilnya bagus dan banyak yang tertarik, akhirnya saya lanjutkan jadi usaha,” tuturnya, Minggu (13/7/2025).
Saat ini, Aris mengelola delapan kolam yang menampung ratusan ekor ikan hias. Menurutnya, kunci utama dalam merawat Koi dan Tamasaba terletak pada kestabilan suhu dan kebersihan air.
“Air harus rutin diganti agar tetap jernih, dan suhu dijaga di kisaran 24–26 derajat Celsius supaya ikan tidak stres,” jelasnya.
Polres Malang Tangani Santri Korban Kekerasan, Fokus Pemulihan Psikis
Dalam hal pemberian pakan, Aris menggunakan pelet khusus serta cacing darah sebagai variasi. Ia menekankan pentingnya takaran pakan agar tidak mengotori air. “Kalau berlebihan, air cepat kotor dan bisa bikin ikan sakit,” imbuhnya.
Untuk pemasaran, Aris mengandalkan platform digital seperti Facebook dan WhatsApp. Konsumen utamanya berasal dari wilayah Jombang dan sekitarnya. “Pasarnya masih lokal, tapi alhamdulillah pesanan selalu ada,” ucapnya.
Harga ikan Koi yang ia tawarkan berkisar antara Rp 20 ribu hingga Rp 1 juta, tergantung jenis dan ukuran. Sementara Tamasaba dijual dengan harga mulai Rp 10 ribu hingga Rp 300 ribu per ekor.
Detik-detik Truk Mundur Tabrak Rumah di Batu, Sopir Selamat Usai Lompat
Meski demikian, Aris mengaku tantangan terbesar dalam budidaya ikan hias adalah perubahan cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi kualitas air.
“Kalau hujan deras atau panas banget, air kolam bisa berubah dan ikan gampang sakit. Jadi harus ekstra hati-hati,” katanya.
Dengan ketekunan dan komitmen, Aris berharap usahanya bisa terus berkembang sekaligus menjadi inspirasi bagi anak muda lainnya untuk memulai bisnis dari hal yang mereka sukai.
Reporter: Agung Pamungkas
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





