KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Desa Puhrubuh, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri berkomitmen dalam pembangunan sektor kesehatan, terutama bagi anak-anak. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah pelaksanaan rutin Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang digelar setiap bulan.
Program ini telah menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data terbaru, angka stunting di Desa Puhrubuh berhasil ditekan dari 20 anak pada tahun 2024 menjadi 15 anak di tahun 2025.
Keberhasilan ini tercapai berkat sinergi antara berbagai elemen, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, hingga dukungan aktif dari masyarakat. Bidan desa, Yuananing S. menjelaskan bahwa layanan Posyandu ILP di desanya bersifat menyeluruh.
Baca juga : Menjelang Idul Adha, Harga Sapi di Kediri Melonjak, Peternak Raup Untung
“Kami tak hanya fokus pada penimbangan balita, tapi juga memberikan layanan kesehatan dasar, edukasi gizi, serta konseling untuk ibu dan keluarga,” jelasnya saat kegiatan Posyandu, Selasa (3/6/2025).
Pj Kepala Desa Puhrubuh, Purnomo Santosa, menyatakan bahwa peningkatan kualitas kesehatan masyarakat merupakan salah satu prioritas utama dalam pembangunan desa.
“Kesehatan adalah fondasi masa depan. Kami percaya, generasi sehat adalah kunci keberhasilan bangsa ke depan. Itulah mengapa pencegahan stunting menjadi perhatian serius kami,” tegasnya.
Baca juga : Bapas Kediri Tegas, Warga Binaan Pelanggar Tak Akan Dapat Pembebasan Bersyarat
Dukungan juga datang dari para kader. Merlin, Ketua Posyandu Rosalinda, mengungkapkan bahwa partisipasi warga dalam kegiatan Posyandu terus meningkat, yang menjadi indikasi tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kesehatan anak.
“Kami melihat antusiasme warga terus bertambah dari waktu ke waktu. Ini menjadi motivasi bagi kami para kader untuk terus memberikan pelayanan terbaik demi tumbuh kembang anak yang optimal,” tutur Merlin.
Dengan mengedepankan semangat gotong royong dan pendekatan yang ramah, Posyandu ILP di Desa Puhrubuh telah menjadi contoh keberhasilan layanan kesehatan berbasis desa. Harapannya, langkah ini bisa menjadi model bagi wilayah lain dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin






