TACB Jombang Matangkan Penguatan Sejarah Kelahiran Bung Karno di Ploso

TACB Jombang Matangkan Penguatan Sejarah Kelahiran Bung Karno di Ploso
Tim Ahli Bupati Jombang dan TACB Jombang berdiskusi membahas sejarah kelahiran Bung Karno di Ploso, Selasa (6/1). (Foto : Cak Arif )

JOMBANG, LINGKARWILIS.COM — Upaya penguatan sejarah kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, di wilayah Ploso terus dilakukan. Tim Ahli Bupati Jombang bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang menggelar forum diskusi yang membahas legitimasi dan langkah strategis penetapan Situs Kelahiran Bung Karno sebagai cagar budaya.

Pertemuan tersebut berlangsung di Sekretariat Titik Nol Soekarno, Gang Buntu, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Selasa (6/1), dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan. Di antaranya Tim Ahli Bupati Jombang Irfan Kharisma dan Medan Amrullah, jajaran TACB Jombang, Camat Ploso, perwakilan Situs Persada Soekarno Kediri, tokoh masyarakat, serta kepala desa Rejoagung dan Losari.

bayar PBB Kota Kediri

Diskusi berjalan terbuka dan dinamis. Dalam kesempatan itu, TACB Jombang memaparkan rangkaian proses yang telah ditempuh untuk memperkuat dasar historis penetapan situs kelahiran Bung Karno di Ploso. Salah satu langkah penting yang telah dilakukan adalah audiensi langsung dengan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.

Baca juga : Dandim 0809/Kediri Meninjau Lokasi Awal Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kecamatan Semen, Ini Infonya

Sementara itu, Tim Ahli Bupati Jombang menyampaikan sejumlah alternatif langkah yang dapat dijalankan masyarakat dan pemerintah daerah sambil menunggu keputusan resmi penetapan situs sebagai cagar budaya.

Tim Ahli Bupati Jombang, Medan Amrullah, menilai forum tersebut mencerminkan kuatnya dukungan masyarakat Ploso terhadap pengakuan sejarah tersebut.

“Perjuangan teman-teman TACB, termasuk silaturahmi ke kementerian, itu merupakan langkah luar biasa. Ini menunjukkan keseriusan dalam memperjuangkan kebenaran sejarah,” ujarnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat Jombang dapat bersatu mendukung Ploso sebagai titik nol sekaligus lokasi kelahiran Bung Karno. “Ini bukan perjuangan satu pihak, tetapi tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Ketua TACB Jombang, Nasrul Ilah atau Cak Nas, menyebut pertemuan ini sebagai momentum penting untuk mempercepat penguatan eksistensi Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso.

Baca juga : Libur Sekolah dan Nataru, Lebih dari 103 Ribu Wisatawan Padati Destinasi Wisata Kabupaten Kediri

“Optimisme kami semakin besar. Sebenarnya tidak ada hambatan berarti. Kalau pun ada, lebih kepada persoalan psikologis. Yang dibutuhkan sekarang adalah kekompakan dan kreativitas dalam membranding situs ini, baik secara fisik maupun narasi sejarahnya,” jelasnya.

Cak Nas juga menyinggung pandangan Tim Ahli Bupati Jombang, Irfan Kharisma, terkait identitas sosial dan budaya Jombang yang dinilainya memiliki kekuatan simbolik.

“Jombang dikenal dengan simbol ‘ijo’ melalui Gus Dur. Sementara presiden pertama kita, Bung Karno, mewakili ‘abang’. Ketika keduanya sama-sama lahir di Jombang, maka identitas Ijo–Abang Jombang akan semakin kuat,” ungkapnya.

Berdasarkan kajian sumber tertulis dan penelusuran sejarah lisan yang dilakukan TACB Jombang bersama sejarawan lokal, disimpulkan bahwa Soekarno lahir di Ploso, Jombang, pada 6 Juni 1902. Sebagai tindak lanjut, TACB Jombang pada 2024 lalu telah mengeluarkan rekomendasi agar Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso ditetapkan secara resmi sebagai cagar budaya.***

Reporter : Agung Pamungkas

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://soleco-energy.com/ https://zonawin777top.com/ https://dwpcabdinkabmlg.com/bidang-sosial-budaya-eval/ https://lingkarwilis.com/mail/ https://onlymyenglish.com/about-us/ https://www.ramanhospital.in/about.html https://umbi.edu/visit/ https://dkpbuteng.com/ https://rsiaadina.com/ https://inl.co.id/about-us/ situs toto