Kediri, LINGKARWILIS.COM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri terus mendorong masyarakat agar rutin mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini bertujuan mendeteksi kondisi kesehatan warga sejak dini sehingga potensi penyakit dapat ditangani lebih cepat dan tepat.
CKG umumnya digelar bersamaan dengan berbagai kegiatan pelayanan publik, seperti penyaluran bantuan sosial, Gerakan Pangan Murah (GPM), maupun Operasi Pasar Murah (OPM). Namun demikian, masih ditemukan sebagian warga yang enggan mengikuti pemeriksaan kesehatan tersebut.
Salah satu alasan keengganan warga adalah rasa malu apabila penyakit yang diderita diketahui saat pemeriksaan berlangsung. Padahal, berdasarkan hasil CKG selama ini, penyakit yang paling banyak ditemukan di masyarakat antara lain hipertensi, diabetes, obesitas, asam urat, dan kolesterol tinggi.
Kepala Dinkes Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khatib, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu merasa khawatir atau takut mengikuti CKG. Justru melalui pemeriksaan tersebut, tenaga medis dapat memberikan penanganan awal, mulai dari pemberian obat, pemantauan intensif, hingga rujukan ke rumah sakit apabila diperlukan tindak lanjut.
“Penyakit seperti tekanan darah tinggi dan diabetes memang paling banyak dialami warga, khususnya usia 45 hingga 60 tahun. CKG ini penting untuk mendeteksi gejala sejak dini, agar tidak terlambat ditangani,” jelas dr. Khatib.
Ia menambahkan, pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat mencegah kondisi yang lebih serius di kemudian hari. Banyak kasus terjadi ketika warga baru memeriksakan diri saat penyakit sudah dalam kondisi berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca juga : Pagar Pembatas Jalan Stasiun Kota Kediri Dicabut pada Malam Hari, Ini Penjelasan Kadishub
Dinkes Kabupaten Kediri pun berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan dini. Dengan memanfaatkan program CKG, warga diharapkan mampu menjaga kondisi tubuh tetap prima dan menghindari risiko kesehatan yang dapat berdampak pada produktivitas maupun keselamatan diri.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






