MALANG, LINGKARWILIS.COM — Akses utama yang menghubungkan wilayah Pujon dan Kota Malang terganggu akibat bencana longsor. Peristiwa tersebut mengakibatkan arus lalu lintas harus diberlakukan sistem buka tutup, sementara antrean kendaraan mengular hingga lebih dari dua kilometer, Minggu (11/01).
Longsor terjadi di ruas Jalan Brigjen Abdul Manan Wijaya, tepatnya di wilayah Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Material tanah dari tebing setinggi lebih dari 10 meter ambrol dan menutup hampir seluruh badan jalan, sehingga kendaraan tidak dapat melintas secara normal.
Seorang warga setempat, Mustakim, menyebutkan longsor dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut sejak malam sebelumnya.
“Hujan turun cukup deras sejak malam. Saat pagi hari, tebing di pinggir jalan tiba-tiba longsor. Warga yang melihat kejadian itu langsung melapor,” ungkapnya.
Baca juga : Musim Penghujan, DKPP Kabupaten Kediri Imbau Peternak Perketat Kebersihan Kandang
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Usai menerima laporan, petugas gabungan bersama masyarakat setempat segera melakukan penanganan darurat. Alat berat berupa buldoser dikerahkan untuk membersihkan material tanah yang menutup akses jalan.
Mustakim menjelaskan, lokasi kejadian memang dikenal sebagai titik rawan longsor karena kondisi tebing yang terjal dan tinggi. Selain itu, di sisi berlawanan jalan terdapat aliran sungai yang memperbesar potensi erosi.
“Daerah tikungan ini memang rawan. Kami mengimbau pengguna jalan agar lebih waspada, terutama saat musim hujan, karena masih ada kemungkinan longsor susulan,” ujarnya.
Baca juga : Akses Stadion GDJ Ditambah, Jalan Baru Akan Tembus Jalur Nasional Kediri–Nganjuk
Sementara itu, untuk mengurai kepadatan kendaraan, warga dibantu aparat kepolisian melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi. Hingga proses pembersihan material longsor selesai, arus kendaraan masih diberlakukan secara bergantian.***
Reporter: Agus Ely Burhan
Editor : Hadiyin






