NGANJUK, LINGKARWILIS.COM — Kondisi Jalan Kecubung–Sukomoro di wilayah Desa Kepanjen, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, kian memprihatinkan. Sepanjang ruas jalan tersebut dipenuhi lubang yang membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
Tak sedikit pengendara yang terjatuh akibat terperosok lubang, bahkan berdasarkan informasi warga, kerusakan jalan ini telah memakan korban jiwa. Situasi tersebut membuat pengguna jalan terpaksa meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun.
Sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya pencegahan kecelakaan, aktivis LHKPI Nganjuk, Hamid Efendi, mengambil inisiatif menandai lubang-lubang jalan dengan cat berwarna putih agar mudah terlihat oleh pengguna jalan.
“Keluhan masyarakat sudah lama disampaikan, namun belum ada tindakan nyata. Karena itu saya beri tanda agar pengendara tahu dan bisa menghindari lubang,” ujar Hamid, Minggu (11/1/2026).
Baca juga : Musim Penghujan, DKPP Kabupaten Kediri Imbau Peternak Perketat Kebersihan Kandang
Keluhan serupa disampaikan Kariyadi (60), warga Desa Kepanjen. Ia mengaku pernah melaporkan kondisi jalan tersebut ke dinas terkait, namun tidak mendapatkan tindak lanjut yang jelas.
“Jawaban yang saya terima justru desa yang harus mengajukan. Entah sudah diajukan atau belum, sampai sekarang belum ada perbaikan,” tuturnya.
Menurut Kariyadi, kerusakan jalan terjadi di sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer, mulai dari sisi timur embung hingga ke barat warung kembar. Kondisi jalan yang rusak parah ini disebut sudah berlangsung hampir dua tahun.
“Kalau cuma ditambal sulam, pasti cepat rusak lagi. Harusnya dicor beton supaya lebih awet,” katanya.
Ia pun mendesak Pemerintah Kabupaten Nganjuk agar segera turun tangan, mengingat jalan tersebut merupakan jalur utama penghubung antara Kecamatan Sukomoro dan Pace.
Baca juga : Satpol PP Kabupaten Kediri Tertibkan Pedagang Makanan yang Gunakan Trotoar Jalan Soekarno Hatta Tepus
“Setiap hari banyak pelajar melintas, ditambah kendaraan berat seperti truk material. Kalau tidak segera dibenahi, apalagi sekarang musim hujan, saya khawatir korban akan terus bertambah,” tegasnya.***
Editor: Muji Hartono





