Ponorogo, LINGKARWILIS.COM — Pemerintah Kabupaten Ponorogo mengalokasikan anggaran sebesar Rp99 miliar dalam APBD Tahun 2026 untuk mendukung program peningkatan dan pemeliharaan infrastruktur jalan di wilayah Bumi Reyog.
Anggaran tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) senilai Rp69 miliar serta Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik sebesar Rp30 miliar yang diperuntukkan bagi sejumlah ruas jalan prioritas.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Ponorogo, Shintawati, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih dalam tahap penyusunan dan pemberkasan administrasi sebelum proses lelang dimulai.
“Saat ini kami sedang menyiapkan seluruh dokumen administrasi. Targetnya, setelah Hari Raya Idulfitri atau sekitar bulan April, proses lelang sudah bisa dilaksanakan. Kemudian sekitar satu bulan berikutnya, pekerjaan fisik diharapkan dapat segera dimulai,” jelas Shintawati.
Baca juga : Cegah Kerugian Pedagang, DKPP Kabupaten Kediri Siapkan Edukasi PMK di Pasar Hewan
Terkait ruas jalan yang akan ditangani, Shintawati menyebutkan bahwa prioritas difokuskan pada jalan-jalan rusak yang telah terdata sejak akhir tahun lalu. Beberapa di antaranya adalah ruas Jalan Jarakan–Kalibening, Perempatan Jeruksing–Jabung Mlarak, serta sejumlah ruas lain yang kondisinya membutuhkan penanganan segera.
Selain untuk peningkatan jalan, dari total alokasi DAU sebesar Rp69 miliar tersebut, sekitar Rp10 miliar disiapkan khusus untuk kegiatan pemeliharaan jalan menjelang arus mudik dan balik Lebaran.
“Pemeliharaan ini penting untuk memastikan kondisi jalan tetap aman dan nyaman dilalui masyarakat saat mobilitas meningkat,” imbuhnya.
Lebih lanjut, DPUPKP Ponorogo juga berharap adanya tambahan dukungan anggaran melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) dari Kementerian PUPR.
Baca juga : Antisipasi Pohon Tumbang, DLHKP Kota Kediri Lakukan Pemangkasan di Jalan Brigjend Katamso
“Kami berharap Ponorogo bisa mendapatkan alokasi IJD, sehingga jumlah ruas jalan yang dapat diperbaiki dan ditingkatkan bisa lebih banyak,” pungkas Shintawati.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin





