Sego Pecel Pincuk “A We We”, Kuliner Ndeso Ikonik di Ngasem yang Diburu Pembeli

Sego Pecel Pincuk “A We We”, Kuliner Ndeso Ikonik di Ngasem yang Selalu Diburu Pembeli
Sego Pecel Pincuk “A We We”, Kuliner Ndeso Ikonik di Ngasem yang Selalu Diburu Pembeli (BIdu)

KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Di tengah maraknya sajian kuliner modern, sebuah warung sederhana di Jalan Jaya Katwang Nomor 156, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, justru konsisten menjadi tujuan favorit pencinta makanan tradisional. Sego Pecel Pincuk “A We We” membuktikan bahwa cita rasa kampung yang autentik masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

Disajikan di atas pincuk daun pisang, seporsi nasi hangat dipadu sambal pecel khas racikan sendiri menghadirkan perpaduan rasa gurih, legit, dan pedas yang seimbang. Aroma daun pisang yang menyatu dengan bumbu pecel menambah kenikmatan, seolah membawa penikmatnya kembali pada suasana makan ala pedesaan.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Di balik nama “A We We” tersimpan kisah tersendiri. Pemilik sekaligus perintis warung, Siswoyo, menuturkan bahwa usaha tersebut berawal dari aktivitas sederhana.

“Awalnya ini cuma tempat parkir. Lama-lama ada yang minta kopi, lalu ada juga yang pesan pecel. Ternyata cocok, akhirnya saya lanjutkan jualan. Nama ‘A We We’ itu sebenarnya dari AWB karena lokasinya dekat situ. Di sini sering disebut ‘Awewe’, istilahnya biar gampang diingat,” ungkap Siswoyo, Selasa (13/1/2026).

Baca juga : Cegah Kerugian Pedagang, DKPP Kabupaten Kediri Siapkan Edukasi PMK di Pasar Hewan

Dengan harga yang ramah di kantong, sego pecel dijual Rp7.000 per porsi. Aneka lauk sundukan dibanderol Rp3.000, begitu pula minumannya. Meski murah, kualitas rasa tetap menjadi prioritas utama.

Warung ini mulai melayani pembeli setiap hari sekitar pukul 17.30 hingga 18.00 WIB, setelah seluruh proses memasak rampung. Biasanya, dagangan sudah habis dalam waktu singkat, sekitar pukul 21.30 hingga 22.00 WIB.

“Kurang lebih habis 15 kilogram setiap hari. Mulai jam enam sore sampai sekitar jam sembilan malam. Hari biasa maupun akhir pekan sama-sama ramai, bahkan kalau weekend biasanya lebih padat,” jelasnya.

Kini, Sego Pecel Pincuk “A We We” bukan sekadar warung makan, tetapi telah menjadi bagian dari identitas kuliner rakyat Ngasem yang tumbuh dari kesederhanaan dan kehangatan rasa.

Baca juga : Kasus PMK Kembali Muncul di Kediri, DKPP Catat 49 Sapi Terjangkit dan Satu Mati

Bagi penikmat kuliner tradisional Kediri, menyantap pecel di warung ini bukan hanya soal mengenyangkan perut, melainkan menikmati cerita, tradisi, dan cita rasa dalam satu pincuk daun pisang.***

Reporter : Agus Sulistyo BUdi

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *