JOMBANG, LINGKARWILIS.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul ditemukannya sejumlah kasus Influenza A di beberapa wilayah Indonesia. Meski secara nasional kondisi masih terkendali, potensi penyebaran di daerah, khususnya Jawa Timur, dinilai perlu mendapat perhatian serius.
Hingga akhir Desember 2025, data menunjukkan puluhan kasus Influenza A subtipe A (H3N2) subclade K tersebar di delapan provinsi. Jawa Timur tercatat sebagai salah satu wilayah dengan jumlah kasus yang relatif lebih tinggi dibanding daerah lain.
Influenza A merupakan penyakit infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan, mulai dari saluran hidung hingga paru-paru. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Hexawan Tjahja Widada, menjelaskan bahwa tanda-tanda infeksi ini umumnya muncul secara tiba-tiba dan kerap menyerupai gejala flu pada umumnya.
Baca juga : Satpol PP Kabupaten Kediri Amankan Pengamen Badut di Simpang Ngadiluwih
“Keluhannya bisa berupa demam, menggigil, batuk, sakit tenggorokan, pilek, sakit kepala, serta nyeri otot dan sendi. Pada anak-anak, gejala tersebut kadang disertai muntah dan diare,” ujar Hexawan, Rabu (14/1). Ia menambahkan, hingga kini belum ditemukan laporan kasus Influenza
A di wilayah Kabupaten Jombang.
Virus Influenza A diketahui mudah menular, terutama melalui percikan droplet yang keluar saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi melalui kontak tangan dengan permukaan yang terkontaminasi, kemudian menyentuh area wajah seperti mata, hidung, atau mulut. Berdasarkan data, kelompok perempuan dan anak-anak termasuk yang paling banyak terpapar.
Kendati penyebarannya tergolong cepat, Hexawan menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan RI memastikan jenis Influenza A yang saat ini beredar tidak memiliki tingkat keganasan lebih tinggi dibandingkan influenza lainnya.
Baca jua : Antisipasi Pohon Tumbang, DLHKP Kota Kediri Lakukan Pemangkasan di Jalan Brigjend Katamso
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Jombang terus memperkuat pemantauan melalui sistem surveilans serta meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas layanan kesehatan. Masyarakat juga diminta konsisten menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta mempertimbangkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, lansia, dan ibu hamil.
“Apabila keluhan tidak membaik atau muncul gejala berat seperti demam tinggi berkepanjangan dan sesak napas lebih dari tiga hari, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” pungkasnya.***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin





