LAMONGAN, LINGKARWILIS.COM – Genangan banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Jero di sejumlah wilayah Kabupaten Lamongan hingga kini masih belum sepenuhnya surut. Untuk mempercepat penanganan, Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Konstruksi mengintensifkan pengoperasian pompa air guna membuang genangan ke sungai utama.
Kepala Dinas SDA dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, menyampaikan bahwa saat ini sebanyak 15 unit pompa air telah dioperasikan secara maksimal. Pengaktifan pompa tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat penurunan debit air di kawasan terdampak banjir.
Erwin menjelaskan, pada awalnya kapasitas pompa yang disiagakan di pintu pembuangan Rolak Kuro mencapai 8.500 liter per detik. Namun, setelah wilayah Lamongan ditetapkan dalam status Siaga Merah sejak 14 Januari 2025, kapasitas pembuangan air ditingkatkan.
Baca juga : Puting Beliung Terjang Sukodadi Lamongan, Rumah Warga hingga Tempat Usaha Alami Kerusakan
“Sebagai bagian dari penanganan banjir setelah masuk status siaga merah, kapasitas pompa kami tambah menjadi 9.900 liter per detik yang dioperasikan melalui 15 unit pompa,” ujar Erwin, Kamis (22/1/2026).
Tak hanya menambah kapasitas, jam operasional pompa juga diperpanjang. Sejak 27 Desember 2025, pompa di pintu Kuro beroperasi mulai pukul 07.00 hingga 20.00 WIB untuk memaksimalkan volume air yang dibuang.
Berdasarkan pemantauan terbaru, debit air masih mengalami kenaikan akibat curah hujan yang cukup tinggi. Tercatat, ketinggian air di Kali Blawi meningkat sekitar 75 sentimeter (SM), sementara di Bengawan Solo naik hingga 152 sentimeter (SH).
“Pengoperasian pompa menjadi salah satu upaya utama kami untuk menekan genangan banjir di wilayah Lamongan,” tambahnya.
Erwin menegaskan, fokus penanganan banjir tidak hanya pada penurunan tinggi muka air, tetapi juga pada lamanya genangan. Pemerintah daerah menargetkan agar genangan dapat segera surut sehingga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat bisa kembali berjalan normal, meski potensi hujan lebat masih ada.
Selain mengandalkan pompa mekanis, Pemkab Lamongan juga mengoptimalkan sistem pembuangan air secara alami melalui jalur gravitasi.
“Pembuangan air juga kami lakukan melalui beberapa kanal, seperti Kali Corong, Kali Wangen, Kali Tebaloan, dan Kali Bendungan,” pungkasnya.***
Reporter: Suprapto





