LAMONGAN, LINGKARWILIS.COM – Angin puting beliung melanda wilayah Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Selasa (20/1/2026) sore. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga, tempat usaha, serta fasilitas umum di Desa Sukolilo.
Dari rekaman video yang beredar, pusaran angin kencang tampak menerbangkan material bangunan di sekitar area SPBU Sukolilo. Papan informasi harga BBM dan bagian atap kanopi SPBU mengalami kerusakan akibat kuatnya terjangan angin. Selain itu, sisa material bangunan terlihat berserakan di badan jalan yang masih basah usai diguyur hujan.
Kapolsek Sukodadi, Iptu Moch. Sokep, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan, laporan awal diterima petugas piket Polsek Sukodadi dari masyarakat melalui sambungan telepon, yang menginformasikan adanya angin kencang disertai pusaran angin di wilayah Desa Sukolilo.
Baca juga : Tertibkan Kawasan SLG, Satpol PP Kabupaten Kediri Pasang Imbauan Larangan Berjualan Pagi–Siang
“Begitu menerima laporan, anggota langsung menuju lokasi. Di lapangan ditemukan sejumlah rumah warga dan tempat usaha mengalami kerusakan akibat terjangan puting beliung,” jelas Iptu Moch. Sokep.
Di lokasi kejadian, petugas kepolisian bersama warga setempat bahu-membahu membersihkan puing-puing bangunan serta melakukan penanganan awal terhadap bangunan yang terdampak.
Berdasarkan pendataan sementara, beberapa warga tercatat mengalami kerugian cukup signifikan. Warung sekaligus rumah milik Moch Nursianto (45), warga Desa Sukolilo, rusak sekitar 70 persen dengan estimasi kerugian mencapai Rp100 juta. Sementara warung kopi angkringan milik Abdullah (55), warga Kecamatan Karanggeneng, mengalami kerusakan hingga 90 persen dengan taksiran kerugian sekitar Rp30 juta.
Baca juga : Diduga Gunakan Cek Kosong, Developer Perumahan di Lamongan Dilaporkan ke Polisi
Selain itu, kandang ayam milik H. Toni (60), warga Sukolilo, dilaporkan rusak sekitar 20 persen dengan perkiraan kerugian Rp5 juta. Atap rumah Noer Hayati (50), juga warga Sukolilo, mengalami kerusakan sekitar 50 persen dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp10 juta.
Iptu Sokep menambahkan, mayoritas bangunan yang terdampak mengalami kerusakan pada bagian atap, dinding, serta struktur bangunan semi permanen.
“Alhamdulillah, dalam kejadian ini tidak ada laporan korban jiwa,” pungkasnya.***
Reporter: Suprapto
Editor : Hadiyin





