Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Penyebab kematian Nur Aini, warga Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, mulai menemui titik terang. Hasil autopsi yang dilakukan tim forensik RS Bhayangkara Kediri Polda Jawa Timur mengungkap korban meninggal dunia akibat pendarahan hebat yang dipicu sejumlah luka di tubuhnya.
Korban sebelumnya ditemukan tewas di dalam rumahnya pada Senin (26/1/2026) pagi dalam kondisi berlumuran darah. Berdasarkan pemeriksaan awal, aparat menduga kuat peristiwa tersebut merupakan tindak pidana pembunuhan.
Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali menjelaskan, hasil autopsi menemukan beberapa luka serius pada tubuh korban, di antaranya luka sayatan di leher, memar di bagian kepala, serta luka lain di lengan.
“Dari hasil autopsi, terdapat banyak luka di bagian kepala, tangan, dan leher. Di kepala ditemukan bekas pukulan benda tumpul dan sayatan, sedangkan di leher terdapat luka sayatan cukup dalam hingga hampir terputus, diduga akibat benda tajam seperti pisau,” ujar AKP Imam Mujali, Selasa (27/1/2026).
Baca juga : Jari Bengkak dan Melepuh Terjepit Cincin, Damkar Kabupaten Kediri Beri Pertolongan
Ia menambahkan, luka sayatan pada leher menjadi faktor utama penyebab kematian korban. Akibat luka tersebut, korban mengalami pendarahan hebat hingga kehabisan darah.
“Penyebab kematian dipastikan akibat luka sayatan di leher. Perkiraan waktu meninggal dunia antara Sabtu pagi hingga sore hari,” jelasnya.
Saat ini, penyidik masih terus mendalami kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi serta kerabat korban. Sementara itu, anak korban berinisial A, yang diketahui terakhir bersama korban, hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Baca juga : Kapolres Kediri Resmikan Pilot Project Laboratorium Pendidikan Karakter Jati Diri Bangsa
“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, terduga pelaku mengarah kepada anak korban berinisial A. Saat ini yang bersangkutan masih dalam pencarian dan diduga berada di wilayah Kabupaten Gunung Kidul,” pungkas Imam Mujali.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin





