Wisata Tani Betet, Transformasi Embung Terlantar Jadi Ikon Wisata Favorit Nganjuk

Wisata Tani Betet, Transformasi Embung Terlantar Jadi Ikon Wisata Favorit Nganjuk
Wisata Tani Betet, Transformasi Embung Terlantar Jadi Ikon Wisata Favorit Nganjuk (Inna)

NGANJUK, LINGKARWILIS.COM – Wisata Tani Betet di Desa Betet, Kecamatan Ngronggot, kini menjelma sebagai salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Nganjuk. Setiap harinya, ribuan wisatawan memadati kawasan ini untuk menikmati suasana pedesaan yang asri dan menenangkan.

Namun, popularitas tersebut tidak diraih secara instan. Di balik keindahannya saat ini, tersimpan perjalanan panjang dari sebuah embung yang sempat terbengkalai hingga akhirnya menjadi primadona wisata daerah.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Sebelum tahun 2016, lokasi tersebut hanyalah embung sederhana yang berfungsi menampung limpahan air dari area persawahan di sekitarnya. Kondisinya kala itu terbilang tidak terawat dan belum memiliki nilai lebih sebagai ruang publik.

Baca juga :Β Hadapi Bali United, Pelatih Persik Kediri Tekankan Kewaspadaan Pemain

Titik balik perubahan terjadi pada 2016 melalui program normalisasi sungai yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Embung mulai ditata ulang, dirapikan, dan diberi struktur yang lebih tertata, sehingga membentuk dasar visual yang menyerupai kondisi saat ini.

Melihat potensi yang mulai muncul, masyarakat setempat kemudian bergerak secara swadaya. Area embung dibersihkan dari tanaman liar dan digantikan dengan pepohonan yang memberikan kesan hijau dan sejuk, seperti tabebuya dan ketapang. Penanaman puluhan pohon tersebut perlahan mengubah wajah kawasan menjadi lebih estetis dan menarik perhatian warga sekitar.

Meski minat masyarakat mulai tumbuh, gagasan untuk mengembangkan lokasi ini sebagai destinasi wisata baru benar-benar diwujudkan pada 2019. Sayangnya, belum lama beroperasi dan mulai dikenal luas, pandemi COVID-19 melanda.

Baca juga :Β DPMPTSP Kabupaten Kediri Dorong Investasi dengan Kemudahan Perizinan

Dampaknya, sektor pariwisata mengalami tekanan berat, termasuk Wisata Tani Betet yang sempat mengalami penurunan kunjungan secara drastis. Kendati demikian, pengelola tetap konsisten menjaga dan merawat kawasan tersebut agar tetap lestari.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada 2021, seiring dengan meredanya pandemi, Wisata Tani Betet kembali viral dan mengalami lonjakan pengunjung yang signifikan. Tren positif ini terus berlanjut hingga kini, menjadikannya destinasi favorit bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

Saat ini, Wisata Tani Betet tidak lagi sekadar embung penampungan air sawah. Kawasan ini menjadi contoh nyata keberhasilan sinergi antara program pemerintah dan peran aktif masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata.***

Reporter: Inna Dewi Fatimah

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *