Blitar, LINGKARWILIS.COM – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar tetap mempertahankan sejumlah agenda kegiatan yang telah menjadi ikon daerah. Namun, penyelenggaraannya dikemas lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono. Ia mengakui, tahun ini Pemkot Blitar harus melakukan pengetatan anggaran menyusul berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, dengan efisiensi mencapai ratusan miliar rupiah.
“Meski ada penghematan anggaran, sejumlah even tetap kami selenggarakan karena sudah menjadi agenda rutin tahunan,” ujar Tri Iman, Minggu (01/2/2026).
Ia menjelaskan, beberapa kegiatan tetap dipertahankan, di antaranya Bazar Blitar Jadoel yang akan digelar pada Juni mendatang sebagai bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno. Selain itu, masih ada Blitar Ethnic National Carnival serta pentas drama kolosal Pemberontakan Tentara PETA yang dijadwalkan berlangsung pada Februari.
Baca juga : Aksi Sosial Donor Darah yang Digelar Karang Taruna Kelurahan Banjaran Kota Kediri Disambut Antusias Warga
“Agenda-agenda tersebut telah berjalan bertahun-tahun dan memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Bagi Pemkot Blitar, kegiatan ini juga telah menjadi ikon pariwisata baru,” tambahnya.
Tri Iman menyebut, pada Februari ini sejumlah kegiatan juga telah disiapkan, seperti pasar takjil, bazar Ramadan, serta ajang road race pada pertengahan bulan. Namun, efisiensi anggaran membuat Pemkot Blitar harus memangkas jumlah kegiatan dibanding tahun sebelumnya.
“Biasanya dalam setahun kami bisa menggelar lebih dari 170 even. Tahun ini jumlahnya kemungkinan berkurang. Namun yang terpenting, esensi dari kegiatan tetap terjaga, yakni untuk menggerakkan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kunjungan wisata,” jelasnya.
Baca juga : Ratusan Tenaga Pendidik se-Kota Kediri Gelar Ibadah dan Perayaan Natal, Perkuat Spiritualitas Guru
Ia menambahkan, saat ini panitia di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tengah mematangkan persiapan masing-masing agenda. Setiap kegiatan memiliki penanggung jawab berbeda, misalnya Bazar Blitar Jadoel berada di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan, sementara pentas drama kolosal PETA dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





