Posyandu ILP Nusa Indah Ngadirejo Konsisten Layani Balita Hingga Lansia

Posyandu ILP Nusa Indah Ngadirejo Konsisten Layani Balita Hingga Lansia
Posyandu ILP Nusa Indah Ngadirejo Konsisten Layani Balita Hingga Lansia (Bidu)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Nusa Indah di RT 01 RW 04, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota, Kota Kediri, melaksanakan kegiatan rutin yang digelar setiap Kamis pada pekan kedua tiap bulan.  Dalam kegiatan pada Kamis pagi (12/2/2026) ini pelayanan diberikan pada warga mulai dari bayi, balita, usia produktif hingga lansia.

Bertempat di kawasan Jalan Imam Bonjol, kegiatan tersebut melibatkan kader posyandu bersama tenaga kesehatan yang memberikan berbagai layanan dasar. Pemeriksaan mencakup penimbangan berat badan, pengukuran lingkar kepala bayi dan balita, lingkar lengan, lingkar perut, serta pemantauan tumbuh kembang untuk menilai perkembangan fisik maupun kognitif peserta.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Ketua Kader ILP RW 04, Budiani Meirawati, menjelaskan bahwa pelayanan ILP tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga pembinaan keluarga.

“Pelayanan ini dilaksanakan rutin setiap bulan dengan sasaran seluruh siklus hidup. Selain pemeriksaan kesehatan, kami juga menyelenggarakan Bina Keluarga Balita (BKB) serta pendampingan keluarga melalui kader Tim Pendamping Keluarga dan PLKB untuk konsultasi keluarga berencana,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut didukung oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Pembantu Kelurahan Ngadirejo, serta kunjungan berkala dari Puskesmas Balowerti sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Baca juga : Tiba-Tiba, Baliho Bergambar Wali Kota Kediri Tumbang, Kabel Telepon Terputus

Budiani menyebut kegiatan kali ini terasa berbeda karena dihadiri Wakil Wali Kota Kediri, yang akrab disapa Ning Faikoh, bersama jajaran PKK kecamatan dan kelurahan. Kunjungan tersebut memberikan motivasi sekaligus masukan terkait inovasi penyajian pemberian makanan tambahan (PMT), khususnya untuk balita.

“Kami mendapat arahan agar kader terus berkreasi dalam menyajikan PMT agar balita lebih tertarik mengonsumsi makanan sehat, terutama sayuran yang biasanya kurang diminati,” jelasnya.

Untuk mendukung program tersebut, anggaran PMT bagi balita dialokasikan sekitar Rp15 ribu per anak. Sementara untuk lansia, anggarannya disesuaikan setelah kebutuhan balita terpenuhi, berkisar Rp9 ribu hingga Rp10 ribu per orang. Selain itu, kelompok pralansia juga tetap mendapat perhatian melalui swadaya masyarakat.

Budiani menyampaikan bahwa jumlah lansia berusia 60 tahun ke atas di RW 04 tercatat sekitar 50 orang. Adapun total peserta yang rutin hadir, termasuk pralansia dan usia produktif, mencapai sekitar 80 orang pada setiap kegiatan.

Ia menegaskan, kader juga menerapkan sistem jemput bola bagi lansia yang berhalangan hadir, terutama jika sedang sakit.

Baca juga : Pumping Test Dipercepat, PDAM Kota Kediri Pastikan 19 Sumur Terhindar dari Penertiban Izin Air Tanah

“Kader akan mencari informasi dan melakukan kunjungan ke rumah jika ada lansia yang biasanya aktif tetapi tidak hadir karena kondisi kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Ngadirejo, Heru Sugiarto, mengapresiasi konsistensi kader serta partisipasi warga dalam mendukung pelayanan kesehatan berbasis pemberdayaan masyarakat.

“Posyandu ILP Nusa Indah menjadi contoh nyata kolaborasi antara kader, tenaga kesehatan, dan warga. Peran swadaya masyarakat RW 04 sangat besar dalam mendukung program kesehatan, terutama pemenuhan gizi balita dan pelayanan lansia,” ungkapnya.

Heru berharap kegiatan tersebut dapat terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemantauan kesehatan sejak dini, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan Kelurahan Ngadirejo.***

Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *