Hasil Uji Laboratorium Sampel MBG dari Tiga SPPG di Tulungagung Segera Rampung

Hasil Uji Laboratorium Sampel MBG dari Tiga SPPG di Tulungagung Segera Rampung
Hasil Uji Laboratorium Sampel MBG dari Tiga SPPG di Tulungagung Segera Rampung (Sholeh)

Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Proses uji laboratorium terhadap sampel Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga memicu kasus keracunan pada Januari 2026 di Tulungagung hampir selesai. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar penentuan langkah operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung, dr. Aris Setiawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengirimkan sampel MBG dari tiga SPPG ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pencegahan Penyakit Surabaya pada Januari lalu.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Tiga dapur SPPG yang diuji yakni SPPG Moyoketen 1, SPPG Moyoketen 2, serta SPPG Karangrejo 2 di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu. MBG dari ketiga dapur tersebut sebelumnya dilaporkan diduga menyebabkan keluhan kesehatan pada siswa di empat sekolah di Kabupaten Tulungagung.

Baca juga : Gagal Amankan Kemenangan atas PSIM, Pelatih Persik Kediri Ungkap Kekecewaan

“Setelah menerima laporan kasus, sampel menu MBG langsung kami amankan dan kirim ke BBTKLPP Surabaya untuk diuji,” ujar dr. Aris, Sabtu (14/2/2026).

Empat sekolah yang melaporkan dugaan keracunan antara lain SMK Negeri 3 Boyolangu, SMK Sore Tulungagung, SMK Negeri 2 Boyolangu, dan MAN 2 Tulungagung. Kejadian dilaporkan terjadi dalam rentang waktu yang hampir bersamaan.

Sejumlah siswa sempat menjalani perawatan di puskesmas setelah mengalami gejala seperti mual, sakit perut, muntah, diare, dan lemas.

Saat ini, proses pengujian laboratorium masih berlangsung dan disebut sudah memasuki tahap akhir. Dinas Kesehatan Tulungagung menunggu hasil resmi untuk memastikan penyebab dugaan keracunan tersebut.

Menurut dr. Aris, hasil uji laboratorium nantinya tidak hanya akan dipublikasikan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bahan evaluasi terhadap operasional ketiga SPPG tersebut.

Baca juga : TMMD ke-127 Dorong Ketahanan Pangan, Pemkab Kediri dan TNI Tanam Jagung di Desa Gadungan

Ia menambahkan, lamanya proses pemeriksaan disebabkan tingginya jumlah sampel yang masuk ke laboratorium, termasuk kiriman dari wilayah Indonesia bagian timur sehingga harus melalui antrean.

“Kami kirim sampel dalam waktu berdekatan karena kejadian terjadi dalam satu minggu. Prosesnya memang memerlukan waktu karena harus menunggu giliran,” pungkasnya.***

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *