Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Aparat Satreskrim Polres Ponorogo masih melakukan penyelidikan terkait ledakan petasan rakitan di Dukuh Cuwet RT 2 RW 2, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Minggu (1/3/2026) petang.
Dari hasil penyelidikan sementara, jumlah korban bertambah menjadi tiga orang. Satu korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua lainnya menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Harjono Ponorogo.
Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, mengatakan korban meninggal dunia adalah RF (16). Sedangkan dua korban selamat masing-masing berinisial AFT (20) dan HDA (23).
“Korban bertambah, dari awalnya dua menjadi tiga orang. Satu orang meninggal dunia, dua lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit,” ujar Imam Mujali.
Baca juga : Komplotan Pembobol Sekolah Ditangkap, Lima Lokasi di Ponorogo Teridentifikasi
Ia menjelaskan, AFT mengalami luka bakar hingga 90 persen pada tubuhnya, sementara HDA mengalami luka bakar sekitar 16 persen. Keduanya kini masih dalam penanganan tim medis.
Dari olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa rangka balon udara, plastik balon, selongsong petasan, serta sisa material ledakan yang ditemukan di rumah korban.
Berdasarkan keterangan saksi dan temuan di lapangan, petasan tersebut diduga dirakit oleh para korban untuk keperluan menerbangkan balon udara. Namun, penyebab pasti ledakan masih dalam pendalaman.
“Untuk memastikan bagaimana bisa meledak, masih kami dalami. Kemungkinan akan kami libatkan tim Jihandak Polda Jawa Timur,” tambahnya.
Saat ini, rumah korban telah dipasangi garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin





