KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Paguyuban Warung Sembako Madura Kediri kembali menggelar aksi sosial di bulan Ramadan dengan membagikan 6.000 paket takjil secara serentak di tujuh titik strategis di Kota dan Kabupaten Kediri, Minggu (1/3/2026) sore.
Kegiatan diawali dari depan Alun-Alun Kota Kediri, tepatnya di depan Masjid Agung Kota Kediri. Ratusan anggota paguyuban turun langsung membagikan takjil kepada masyarakat dan pengguna jalan menjelang waktu berbuka puasa.
Selain di pusat kota, pembagian juga dilakukan di sejumlah titik lain, seperti wilayah Kecamatan Pesantren, Pare, Merican, hingga kawasan Simpang Lima Gumul (SLG). Masing-masing titik menerima sekitar 500 paket, sehingga total keseluruhan mencapai 6.000 paket yang tersebar merata.
Baca juga : SDN Semampir 4 Kota Kediri Bentuk Generasi Cerdas dan Cinta Al-Qur’an melalui Gema Pondok Ramadhan Ceria
Wakil pendiri paguyuban, Rian Nursoba yang akrab disapa Aris, mengatakan kegiatan ini tidak sekadar berbagi makanan berbuka, tetapi juga menjadi sarana mempererat solidaritas internal sekaligus membangun hubungan harmonis dengan masyarakat.
“Total ada 6.000 paket takjil yang kami siapkan. Ini rutin setiap Ramadan. Kami ingin keberadaan warung sembako Madura benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurut Aris, di luar Ramadan paguyuban juga aktif menggelar kegiatan sosial dan memperkuat silaturahmi antaranggota serta warga sekitar. Hal tersebut sebagai komitmen membangun citra positif pelaku usaha sembako Madura di Kediri.
Ia menekankan pentingnya menciptakan iklim usaha yang sehat, tertib, dan bebas konflik.
“Kami berharap seluruh warung sembako Madura di Kota dan Kabupaten Kediri tertata rapi, kondusif, serta mampu menciptakan persaingan bisnis yang sehat. Tidak ada gesekan, baik sesama warung sembako Madura maupun dengan pelaku usaha lainnya,” tegasnya.
Baca juga : Gubernur Jatim Serahkan Bansos dan Tali Asih Pilar Sosial 2026 di Kediri
Sementara itu, Pengawas Pusat Paguyuban Warung Sembako Madura, Sukarno, menambahkan bahwa kekompakan menjadi kunci menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat.
“Warung sembako Madura harus menjadi contoh. Kita hadir bukan hanya untuk berdagang, tetapi juga membawa nilai kebersamaan dan ketertiban. Kita kuat karena kompak, kita maju karena tertib dan saling menghormati,” tandasnya.
Aksi sosial tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Ribuan paket takjil yang dibagikan menjelang azan magrib menjadi bukti kontribusi nyata pelaku usaha kecil bagi lingkungan sekitar.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





