KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Tradisi membagikan uang pecahan baru saat Idulfitri kembali mendorong tumbuhnya usaha musiman di Kota Kediri. Memasuki awal Ramadan 1447 Hijriah, layanan penukaran uang baru mulai bermunculan, salah satunya di kawasan Taman Harmoni Sekartaji, Selasa (3/3/2026).
Yudi, warga Bandar Lor, menjadi salah satu pelaku usaha yang rutin membuka jasa tersebut setiap bulan puasa. Ia melayani penukaran mulai pukul 08.00 WIB hingga sekitar 16.30 WIB.
“Ini usaha musiman. Biasanya ramai saat Ramadan. Sekarang masih awal, mungkin seminggu lagi mulai meningkat,” ujarnya.
Ia menyediakan berbagai pecahan, mulai Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000 hingga Rp20.000. Dari sejumlah nominal itu, pecahan Rp5.000 dan Rp10.000 disebut paling banyak dicari untuk kebutuhan berbagi THR.
Baca juga : Jelang Lebaran 2026, Dishub Kota Kediri Perkuat Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Tekan Risiko Kecelakaan
Untuk setiap penukaran Rp100.000, Yudi mengenakan tarif jasa Rp15.000. Namun, ia menyebut besaran tarif bisa berubah mengikuti permintaan pasar.
“Kalau sudah mendekati Lebaran biasanya tarif naik. Uang baru semakin sulit didapat, sementara peminat terus bertambah,” jelasnya.
Menurut Yudi, usaha penukaran uang baru sempat mengalami masa ramai pada 2024 dibandingkan 2025. Tahun lalu, persaingan dinilai semakin tinggi karena jumlah pedagang bertambah dan tersebar di berbagai lokasi.
“Tahun 2024 lebih ramai daripada 2025. Sekarang hampir di setiap titik ada jasa seperti ini,” katanya.
Saat periode puncak, perputaran uang di lapaknya dapat mencapai sekitar Rp150 juta selama Ramadan. Meski kompetisi meningkat, ia tetap optimistis tahun 2026 membawa perbaikan.
“Semoga tahun ini lebih baik, lebih ramai, dan rezekinya lancar,” harapnya.
Baca juga : Police Goes To School, Satlantas Polres Kediri Kota Gembleng Siswa SMAN 4 Jadi Pelopor Keselamatan
Sementara itu, Irma, warga Kelurahan Pojok, mengaku sengaja menukar uang lebih awal untuk menghindari kenaikan tarif menjelang Lebaran.
“Lebih baik sekarang, selagi tarifnya masih relatif terjangkau. Takutnya kalau sudah dekat Lebaran harganya naik,” ujarnya.
Ia menilai kenaikan tarif menjelang Hari Raya merupakan hal yang wajar, mengingat ketersediaan uang baru terbatas dan antrean di bank biasanya membludak.
“Kalau naik itu wajar saja. Di bank pun pasti ramai,” tambahnya.
Dengan mulai beroperasinya jasa penukaran uang baru di kawasan Sekartaji, tradisi berbagi pecahan baru saat Idulfitri diperkirakan kembali menggeliat. Seiring mendekatnya Lebaran, permintaan diprediksi meningkat dan persaingan antar penyedia jasa pun semakin kompetitif.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





