Kediri, LINGKARWILIS.COM – Kentrung Kreasi Batara Guru Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri menampilkan pementasan bertajuk “Golek Kencono, Bayangan Cinta Panji” dalam rangkaian Festival Kuno Kini, Minggu (17/5) malam.
Pementasan tersebut disutradarai oleh Lulus Nugraheni dan didukung para aktor serta aktris berbakat yang telah dikenal di kalangan guru, seniman, dan pegiat seni di Kediri Raya maupun Jawa Timur.
Kentrung Batara Guru sendiri diperkuat gabungan guru seni tingkat SD dan SMP di Kabupaten Kediri. Berbekal pengalaman dalam berbagai pementasan seni pertunjukan, mereka kembali menghadirkan sajian teater yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat pesan moral.
Lakon “Golek Kencono, Bayangan Cinta Panji” mengangkat kisah legenda Panji yang lekat dengan sejarah dan budaya Kediri. Penampilan tersebut semakin menarik dengan dukungan tata musik dari tim Cendekia Melody Kentrung Batara Guru Disdik Kabupaten Kediri.
Sutradara pementasan, Lulus Nugraheni, menjelaskan cerita tersebut berkisah tentang perjuangan Panji Asmoro Bangun dari Jenggolo dalam mencari Dewi Sekartaji.
Dalam kisah itu, Raden Panji berusaha menghibur sang kekasih dengan memberikan boneka emas bernama Golek Kencono sebagai simbol cinta sejati dan ketulusan hati.
“Golek Kencono dibungkus kain agar tidak direbut Galuh Ajeng, adik dari Galuh Candra Kirana. Boneka emas itu menjadi lambang cinta sejati, bahwa ketulusan tidak dinilai dari bungkus atau penampilan luar, melainkan dari hati yang tulus seperti emas yang tetap bernilai meski terbungkus kain,” ujar Lulus.
Lulus Nugraheni dikenal sebagai guru sekaligus sutradara seni pertunjukan berpengalaman di Kabupaten Kediri. Berbagai karya yang ditanganinya kerap menghadirkan pertunjukan dengan pesan moral yang kuat dan alur dramatik yang matang.
Baca juga : Pecinta Aglonema dan Anthurium Tumplek Blek Hadiri Lelang Tanaman Hias Keliling di Kediri
Kekuatan pementasan juga tampak dari sinergi tata busana, rias, properti, hingga tata panggung yang dirancang menjadi satu kesatuan artistik dalam mendukung jalannya cerita.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





