Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Satuan Lalu Lintas Polres Ponorogo mulai menerapkan sistem penindakan pelanggaran lalu lintas berbasis elektronik dengan memanfaatkan teknologi smart glasses dan ETLE Handheld.
Penerapan teknologi tersebut dilakukan sebagai upaya menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Ponorogo.

Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP Dewo Wishnu Setya Kusuma, mengatakan penggunaan smart glasses merupakan bagian dari pengembangan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang diterapkan di lapangan.
“Petugas menggunakan smart glasses saat patroli sehingga dapat langsung melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas,” ujar Dewo, Senin (18/5/2026).
Selain itu, petugas juga memanfaatkan perangkat ETLE Handheld yang terintegrasi dengan sistem tilang elektronik melalui ponsel khusus.
Baca juga : Dua Kebakaran Terjadi dalam Semalam di Kabupaten Kediri, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
Dengan perangkat tersebut, petugas dapat merekam berbagai pelanggaran lalu lintas baik di jalan utama maupun kawasan pedesaan. Surat konfirmasi tilang juga dapat langsung dicetak di lokasi ataupun dikirim ke alamat pelanggar.
“Perangkat ini dapat digunakan untuk mencetak surat konfirmasi tilang. Pelanggaran yang paling banyak ditemukan masih pengendara yang tidak memakai helm,” katanya.
Menurut Dewo, pelanggaran penggunaan helm masih menjadi kasus yang paling dominan dan berkontribusi terhadap tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Ponorogo.
Karena itu, penerapan ETLE dilakukan secara masif dan tidak hanya difokuskan di wilayah perkotaan.
“Penindakan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan kecelakaan lalu lintas. Lokasi dan waktu penindakan disesuaikan dengan titik rawan pelanggaran,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan helm saat berkendara, termasuk ketika menempuh perjalanan jarak dekat.
Baca juga : DP2KBP3A Kabupaten Kediri Lakukan Pendampingan Psikologis bagi Anak Korban Dugaan Asusila Oknum Tokoh Agama
“Banyak kecelakaan terjadi karena pengendara tidak menggunakan helm. Kesadaran akan keselamatan harus dimulai dari diri sendiri,” pungkasnya.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin





