Dinkes Kabupaten Kediri Peringati Hari Jamu Nasional dengan Senam dan Minum Jamu Bersama

Dinkes Kabupaten Kediri Peringati Hari Jamu Nasional dengan Senam dan Minum Jamu Bersama
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr. Ahmad Khatib berikan sambutan di peringatan Hari Jamu Nasional di Dinkes Kabupaten Kediri Jumat pagi (bakti)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri menggelar peringatan Hari Jamu Nasional ke-18 dengan tema “Menjamu Masa Depan dengan Jamu” di halaman Kantor Dinkes Kabupaten Kediri, Jumat (29/5) pagi.

Kegiatan tersebut diisi dengan senam bersama dan minum jamu bersama yang diikuti ratusan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinkes Kabupaten Kediri. Acara turut dihadiri Kepala Dinkes Kabupaten Kediri dr Ahmad Khatib.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Dalam kegiatan itu, senam dipandu instruktur senam asal Kediri, Chen Chen, dan berlangsung sekitar satu jam di halaman kantor pemerintah daerah.

Berdasarkan Permenkes Nomor 61 Tahun 2016, jamu merupakan obat tradisional berbahan ramuan tumbuhan, bahan hewani, mineral, sediaan galenik, maupun campurannya yang telah digunakan secara turun-temurun sesuai norma yang berlaku di masyarakat.

Baca juga : DPC Partai Gerindra Kabupaten Kediri Salurkan 200 Paket Daging Kurban untuk Warga Kurang Mampu

Kepala Dinkes Kabupaten Kediri dr Ahmad Khatib mengatakan, peringatan Hari Jamu Nasional menjadi bagian dari program pelayanan kesehatan tradisional yang dikolaborasikan dengan program kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, dan olahraga.

Ia menjelaskan, istilah “djamoe” berasal dari kata “djampi” yang memiliki arti doa atau obat untuk meningkatkan kesehatan tubuh.

“Hari ini kami mengawali kegiatan dengan minum jamu tradisional bersama dilanjutkan senam bersama dengan harapan tubuh tetap sehat dan aktivitas berjalan lancar. Jamu memiliki banyak manfaat untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia memiliki beragam jenis jamu tradisional seperti beras kencur, kunyit asam, sinom, cabe puyang, pahitan, uyup-uyup, kunci sirih, kudu laos, hingga kunyit asam yang masing-masing memiliki khasiat berbeda bagi kesehatan.

Baca juga : Dispertabun Kabupaten Kediri Salurkan Paranet Penghalau Hama untuk Petani

Ia mencontohkan, kunyit dikenal memiliki manfaat untuk membantu melawan infeksi, mengobati luka bakar, hingga melawan parasit, jamur, virus, dan bakteri.

Selain itu, Khatib juga menyinggung Permenkes Nomor 9 Tahun 2016 tentang pengembangan kesehatan tradisional melalui asuhan mandiri tanaman obat keluarga (asman toga) dan keterampilan akupresur sebagai salah satu upaya pengobatan ringan tanpa obat di lingkungan keluarga.

“Di Kabupaten Kediri pada tahun 2025 sudah terbentuk 133 kelompok asman toga di 101 desa dari total 344 desa dan seluruhnya telah memiliki surat keputusan kepala desa. Jamu sebagai warisan budaya harus terus dilestarikan,” jelasnya.

Ia berharap masyarakat semakin tertarik mengonsumsi jamu tradisional sebagai upaya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.***

Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *