Kediri, LINGKARWILIS.COM β Jumlah peristiwa kebakaran di Kabupaten Kediri sepanjang Januari hingga akhir Mei 2026 mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan data Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri, tercatat sebanyak 63 kasus kebakaran telah ditangani oleh petugas pemadam kebakaran.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode Januari hingga Mei 2025 yang mencatat 49 kejadian kebakaran. Peristiwa tersebut meliputi kebakaran rumah tinggal, gudang, kandang sapi, kandang ayam, warung, hingga lahan tebu.
Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Khaleb Untung Satrio Witjaksono, mengatakan sebagian besar kebakaran dipicu oleh korsleting listrik akibat instalasi yang sudah tua dan kurang mendapatkan perawatan dari pemilik bangunan.
Baca juga :Β Potensi Sampah Kabupaten Kediri Capai 667 Ton per Hari, DLH Gencarkan Pengurangan Sampah Plastik
“Kasus kebakaran yang paling banyak terjadi disebabkan oleh korsleting listrik. Banyak instalasi dan jaringan kabel yang sudah usang namun belum diganti sehingga berpotensi memicu kebakaran,” ujarnya.
Selain faktor kelistrikan, kebakaran juga dipengaruhi oleh kelalaian manusia atau human error. Beberapa kasus terjadi akibat aktivitas pembakaran sampah atau limbah di sekitar gudang, kandang ternak, lahan pertanian, maupun tumpukan bahan mudah terbakar yang tidak diawasi hingga api merambat ke area lain.
“Beberapa kebakaran juga disebabkan aktivitas pembakaran yang tidak diawasi, sehingga api merembet dan membakar bangunan maupun lahan di sekitarnya,” jelas Khaleb.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membuang puntung rokok. Menurutnya, puntung rokok yang masih menyala dan dibuang sembarangan di area semak-semak atau rumpun bambu berpotensi memicu kebakaran, terutama saat cuaca kering.
Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Satpol PP Kabupaten Kediri menyiapkan layanan pelaporan kebakaran yang dapat dihubungi sewaktu-waktu. Petugas berupaya tiba di lokasi dalam waktu sekitar 15 menit setelah laporan diterima.
Baca juga :Β Ribuan Warga Nganjuk Terima Bantuan Pangan, Bulog Kediri Pastikan Beras Berkualitas
Saat ini, Kabupaten Kediri memiliki tiga pos pemadam kebakaran yang berada di wilayah Grogol, Pare, dan Ngadiluwih. Keberadaan pos tersebut diharapkan dapat mempercepat respons penanganan kebakaran di berbagai wilayah.
“Kami memiliki tiga pos Damkar untuk memperluas jangkauan pelayanan. Apabila diperlukan, armada dari wilayah lain bahkan daerah tetangga juga dapat memberikan bantuan dalam proses pemadaman,” katanya.
Selain penanganan kebakaran, Satpol PP Kabupaten Kediri juga aktif melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai pencegahan serta penanggulangan kebakaran kepada masyarakat. Kegiatan tersebut menyasar sekolah, desa, perkantoran, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui kegiatan edukasi tersebut, masyarakat diharapkan memahami langkah-langkah pencegahan dan penanganan awal kebakaran sesuai prosedur sehingga dapat meminimalkan risiko kerugian maupun korban jiwa.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





