Warga Tak Perlu Panic Buying, Stok Beras Bulog Kediri 98.806 Ton Cukup hingga 14 Bulan

Warga Tak Perlu Panic Buying, Stok Beras Bulog Kediri 98.806 Ton Cukup hingga 14 Bulan
Harisun Pemimpin Perum Bulog Cabang Kediri (bakti)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Masyarakat di wilayah Kediri dan Nganjuk diimbau tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan terhadap kebutuhan beras. Perum Bulog Cabang Kediri memastikan ketersediaan stok beras dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 14 bulan ke depan, termasuk selama musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.

Pemimpin Perum Bulog Cabang Kediri, Harisun, mengatakan saat ini stok beras yang tersimpan di gudang Bulog mencapai 98.806 ton. Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Kediri, Kota Kediri, dan Kabupaten Nganjuk.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

“Ketersediaan beras di Bulog sangat mencukupi untuk menghadapi musim kemarau maupun kebutuhan masyarakat hingga 14 bulan ke depan. Kami berharap masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak melakukan panic buying,” ujarnya.

Baca juga :Β DPC LPKSM Sakera Kediri Resmi Dikukuhkan, Siap Perjuangkan Hak Konsumen

Selain memiliki stok yang memadai, Bulog juga menyediakan beras berkualitas premium serta beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp11.000 per kilogram yang terjangkau bagi masyarakat.

Menurut Harisun, stok beras tersebut masih berpotensi bertambah seiring berlanjutnya masa panen padi di sejumlah wilayah. Bulog terus menjalankan program penyerapan gabah petani sesuai kebijakan pemerintah dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

“Bulog tetap menyerap gabah petani sesuai ketentuan HPP yang ditetapkan pemerintah. Di luar harga tersebut, kami tidak melakukan pembelian. Kondisi ini juga memberikan keuntungan bagi petani karena harga gabah saat ini cukup baik,” jelasnya.

Harisun mengungkapkan, target penyerapan gabah Bulog Cabang Kediri sepanjang tahun 2026 ditetapkan sebesar 73.489 ton. Hingga pertengahan tahun, realisasi penyerapan telah mencapai 65.602 ton atau sekitar 89,7 persen dari target yang ditentukan.

Baca juga :Β Pencarian Santri Asal Kediri yang Tenggelam di Pantai Pangi Diperluas hingga Radius 5 Kilometer

Pihaknya optimistis target penyerapan gabah tahun ini dapat tercapai seiring masih berlangsungnya masa panen di sejumlah daerah.

“Kami yakin target penyerapan gabah hingga akhir tahun akan tercapai karena proses panen masih berlangsung dan Bulog akan terus menyerap hasil produksi petani,” katanya.

Menurut Harisun, keberhasilan penyerapan gabah tidak hanya memperkuat cadangan pangan pemerintah, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap kesejahteraan petani sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di masyarakat.

Dengan stok yang memadai dan program penyerapan gabah yang terus berjalan, Bulog memastikan kebutuhan beras masyarakat di wilayah Kediri dan Nganjuk tetap aman sepanjang tahun 2026 serta mampu mendukung ketahanan pangan daerah.***

Reporter: Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *