GTT Luncurkan Gethuk Pisang Dadu Raja Nangka, Hadir dengan Empat Varian Kemasan Modern

GTT Luncurkan Gethuk Pisang Dadu Raja Nangka, Hadir dengan Empat Varian Kemasan Modern
Gatot Siswanto pengusaha dan pemilik swalayan tunjukkan produk gethuk pisang olahanya di empat kemasan (bakti)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Inovasi produk kuliner khas Kediri kembali dilakukan oleh Pusat Oleh-Oleh Gudange Tahu Takwa (GTT) di Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem. Kali ini, GTT menghadirkan produk baru bertajuk Gethuk Pisang Dadu Raja Nangka dengan tampilan dan kemasan yang lebih modern.

Pemilik GTT, Gatot Siswanto, mengatakan nama gethuk pisang dadu dipilih karena bentuk produknya yang menyerupai dadu atau kubus kecil. Produk ini merupakan hasil pengembangan dari gethuk pisang tradisional yang selama ini identik dengan balutan daun pisang.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

“Untuk harganya mulai Rp9.000, Rp13.000, Rp17.000, hingga Rp18.000 sesuai jenis kemasannya,” ujar Gatot.

Gethuk Pisang Dadu Raja Nangka kini dipasarkan dalam empat pilihan kemasan, termasuk kemasan suvenir dan oleh-oleh yang berisi 10 potong gethuk pisang. Produk tersebut dirancang lebih praktis dan memiliki daya simpan yang lebih baik.

Baca juga : Kloter 112 Jamaah Haji Kabupaten Kediri Dijadwalkan Tiba 30 Juni 2026 Malam

Untuk menjaga kualitas, gethuk pisang dikemas menggunakan plastik kedap udara, kemudian dilapisi kemasan backing paper sebelum dimasukkan ke dalam kemasan luar berlabel Gethuk Pisang Dadu Raja Nangka GTT.

Setiap potongan gethuk memiliki ukuran sekitar 2,8 sentimeter sesuai cetakan khusus yang digunakan dalam proses produksi.

Dalam sekali produksi, GTT membutuhkan sekitar 60 kilogram pisang raja nangka yang dipasok dari wilayah Mojo dan Parang, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.

Proses pembuatan dimulai dengan pemilihan pisang raja nangka yang telah matang tua. Buah tersebut kemudian dikupas dan dikukus selama kurang lebih lima jam hingga menghasilkan warna merah tua yang menjadi ciri khas gethuk pisang.

Setelah matang, pisang ditimbang sesuai komposisi, lalu dicampur dengan gula dan keju untuk memperkaya cita rasa. Adonan kemudian diaduk hingga merata sebelum dimasukkan ke dalam cetakan berbentuk kotak-kotak.

Tahap berikutnya adalah proses pengovenan selama sekitar 10 menit untuk mendapatkan tekstur yang diinginkan. Setelah itu, produk memasuki tahap pengemasan dengan sistem kedap udara sebelum dipasarkan.

Baca juga : Warga Tak Perlu Panic Buying, Stok Beras Bulog Kediri 98.806 Ton Cukup hingga 14 Bulan

Menurut Gatot, inovasi kemasan ini berawal dari masukan konsumen yang membawa gethuk pisang tradisional ke luar kota.

“Awalnya kami mendapatkan masukan dari tamu yang membeli gethuk pisang berbungkus daun. Setelah dua hari dibawa ke luar kota, gethuknya masih enak, tetapi daun pembungkusnya berpotensi terkontaminasi bakteri dan berjamur sehingga memengaruhi rasa. Dari situ kami mulai mengkaji bagaimana membuat gethuk pisang yang lebih awet,” jelasnya.

Meski demikian, GTT tetap mempertahankan produksi gethuk pisang tradisional yang dibungkus daun pisang karena masih memiliki banyak penggemar, terutama dari luar daerah.

Hadirnya Gethuk Pisang Dadu Raja Nangka menjadi alternatif baru bagi pecinta kuliner khas Kediri dengan kemasan yang lebih praktis, higienis, dan cocok dijadikan buah tangan.

Melalui inovasi tersebut, GTT berharap produk olahan pisang khas Kediri dapat menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus memberikan pilihan oleh-oleh yang lebih tahan lama tanpa mengurangi cita rasa tradisionalnya.***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *