Lansia di Sumberpucung Jadi Korban Perampokan, Pelaku Bawa Kabur Mobil dan Barang Berharga

Lansia di Sumberpucung Jadi Korban Perampokan, Pelaku Bawa Kabur Mobil dan Barang Berharga
Ilustrasi

Malang, LINGKARWILIS.COM – Seorang perempuan lanjut usia (lansia) menjadi korban perampokan di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Minggu (21/6/2026) dini hari. Korban yang berusia 62 tahun tersebut mengalami trauma setelah diduga disekap pelaku yang kemudian membawa kabur kendaraan serta sejumlah barang berharga miliknya.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di rumah korban yang berada di kawasan dekat Pasar Sumberpucung. Saat kejadian, korban diketahui sedang berada seorang diri di dalam rumah.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku diduga masuk ke dalam rumah melalui pintu yang belum terkunci. Kondisi tersebut diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya tanpa menimbulkan kecurigaan.

Tidak hanya mengambil barang berharga, pelaku juga diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap korban. Lansia tersebut disebut sempat dibekap dan disekap menggunakan kantong plastik sehingga tidak dapat berteriak meminta pertolongan maupun mengenali identitas pelaku.

Baca juga : Komisi I DPRD Kabupaten Kediri Dorong Pilkades 47 Desa Tetap Digelar Akhir 2026

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka gores ringan pada bagian leher dan mengalami trauma psikologis. Setelah berhasil melumpuhkan korban, pelaku diduga membawa kabur sebuah mobil Honda Jazz bernomor polisi N 1276 IJ yang terparkir di halaman rumah.

Selain kendaraan, sejumlah barang berharga lainnya juga dilaporkan hilang. Namun hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendataan terkait total kerugian yang dialami korban.

Linda, anak korban, menjelaskan bahwa saat kejadian pintu rumah memang belum dikunci karena ibunya sedang menunggu anggota keluarga yang belum kembali ke rumah.

“Karena masih menunggu keluarga pulang, pintu rumah belum sempat dikunci. Kami sama sekali tidak menyangka kondisi tersebut dimanfaatkan oleh pelaku untuk masuk dan melakukan aksinya,” ujarnya.

Baca juga : Haul ke-56 Bung Karno di Kediri Jadi Momentum Meneguhkan Semangat Kebangsaan

Kapolsek Sumberpucung, Iptu Choirul Mustofa, membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana perampokan tersebut. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas serta keberadaan pelaku.

“Kami telah menerima laporan dari korban. Saat ini anggota masih melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk mengungkap kronologi maupun pelaku yang terlibat dalam kejadian tersebut,” katanya.

Petugas kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan sejumlah barang bukti, serta meminta keterangan dari saksi-saksi yang mengetahui peristiwa tersebut. Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam aksi kejahatan tersebut.

Selain melakukan penyelidikan, kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal, terutama pada malam hari. Warga diminta memastikan seluruh akses masuk rumah dalam kondisi terkunci serta memasang sistem keamanan tambahan apabila memungkinkan.

“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dan memastikan pintu maupun akses masuk rumah terkunci dengan baik untuk meminimalkan risiko tindak kejahatan,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih dalam pengejaran aparat kepolisian dan kasus tersebut masih terus dikembangkan untuk mengungkap motif serta jaringan yang mungkin terlibat.

Sebagai informasi, kasus pencurian dengan kekerasan terhadap lansia menjadi perhatian serius aparat penegak hukum karena kelompok lanjut usia termasuk kategori rentan terhadap tindak kriminal. Kepolisian secara berkala mengimbau masyarakat untuk memperkuat keamanan lingkungan melalui sistem ronda, pemasangan kamera pengawas (CCTV), serta meningkatkan kepedulian antarwarga guna mencegah terjadinya kejahatan serupa.***

Reporter : Arief Prabowo

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *