Dinkes Kabupaten Kediri Ingatkan Warga Jaga Kesehatan Saat Fenomena Mbediding

Dinkes Kabupaten Kediri Ingatkan Warga Jaga Kesehatan Saat Fenomena Mbediding
Kepala Dinkes Kabupaten Kediri dr. Ahmad Dingin (bakti)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena mbediding atau suhu udara yang terasa lebih dingin pada malam hingga pagi hari selama musim kemarau.

Berdasarkan informasi dari BMKG Juanda, fenomena tersebut diperkirakan berlangsung mulai Juli hingga September 2026 dan menjadi siklus tahunan yang umum terjadi di wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Kediri.

Cuaca dingin ini dipengaruhi oleh angin monsun Australia yang membawa massa udara dingin dan kering. Kondisi langit yang minim awan pada malam hari juga menyebabkan panas permukaan bumi lebih cepat terlepas sehingga suhu udara menurun.

Baca juga :Β Disdagin Kabupaten Kediri Pastikan Stok Minyakita Aman, Harga Sesuai HET Rp15.700 per Liter

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khatib, mengatakan masyarakat tidak boleh menganggap remeh kondisi tersebut, terutama kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia), penderita penyakit pernapasan, maupun mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah.

“Lansia yang memiliki penyakit penyerta seperti asma, nyeri tulang, dan pegal linu harus lebih waspada. Pada orang dengan daya tahan tubuh rendah, cuaca dingin dapat memicu gangguan kesehatan. Jika keluhan sering kambuh disertai menggigil saat mbediding, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter,” ujarnya.

Ia menjelaskan, suhu dingin dapat memperburuk sejumlah penyakit kronis sehingga diperlukan langkah antisipasi sejak dini agar kondisi kesehatan tetap terjaga selama musim kemarau.

Baca juga :DP2KBP3A Kabupaten Kediri Ajak Orang Tua Perketat Pengawasan Anak Selama Libur Sekolah

Dinkes juga mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mengenakan pakaian hangat, menggunakan selimut saat tidur, serta memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air hangat sesuai kebutuhan.

“Jangan abaikan kondisi ini. Pola hidup sehat dan menjaga tubuh tetap hangat menjadi langkah sederhana namun penting untuk mencegah gangguan kesehatan selama fenomena mbediding berlangsung,” pungkasnya.***

Reporter: Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *