Sebanyak 564 SD di Tulungagung Tak Penuhi Pagu SPMB 2026, Empat Sekolah Nihil Siswa Baru

564 SD di Tulungagung Tak Penuhi Pagu SPMB 2026, Empat Sekolah Nihil Siswa Baru
Kegiatan MPLS 2026 di SDN 2 Plandaan Tulungagung yang hanya memiliki 16 siswa jenjang kelas 1-6 (isal)

TULUNGAGUNG – Ratusan sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tulungagung belum mampu memenuhi kuota penerimaan peserta didik baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Bahkan, empat sekolah tercatat tidak memperoleh siswa baru sama sekali.

Kasi Kelembagaan Bidang SD Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah, mengatakan berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik), terdapat 634 SD negeri dan swasta di Kabupaten Tulungagung. Dari jumlah tersebut, 564 sekolah atau sekitar 88,96 persen tidak berhasil memenuhi pagu penerimaan siswa baru.

“Sebanyak empat SD tidak mendapatkan siswa baru sama sekali pada pelaksanaan SPMB tahun ini,” ujar Rifka, Rabu (15/7/2026).

Empat sekolah yang tidak memperoleh peserta didik baru yakni SDN 1 Tenggong Kecamatan Rejotangan, SDN 4 Besuki, SDN 5 Bungur Kecamatan Karangrejo, serta SD Swasta Dlodo di Kecamatan Pucanglaban.

Baca juga :Β MPLS SDN Banjaran 5 Kediri Tanamkan Budaya Anti-Bullying, Penutupan Tampilkan Pentas Bakat Siswa Baru

Selain itu, Disdik juga mencatat sejumlah sekolah hanya menerima satu siswa baru, yakni SDN 3 Kalidawir, SDN 3 Babadan, SDN 2 Sembon, dan SDN 4 Punjul. Sementara itu, terdapat 12 sekolah yang hanya memperoleh dua siswa baru dan 29 sekolah lainnya menerima tiga siswa baru.

Menurut Rifka, rata-rata pagu penerimaan siswa baru di setiap SD ditetapkan sebanyak 28 siswa, namun sebagian besar sekolah tidak mampu memenuhi jumlah tersebut.

Meski demikian, ia memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal karena sekolah-sekolah tersebut masih memiliki siswa di kelas-kelas lainnya. Disdik juga meminta seluruh satuan pendidikan terus meningkatkan mutu layanan pendidikan agar tetap mendapat kepercayaan masyarakat.

“Pelayanan pendidikan harus terus ditingkatkan meskipun jumlah siswa baru tidak memenuhi pagu atau bahkan tidak ada sama sekali,” katanya.

Rifka menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya adalah penurunan jumlah anak usia sekolah dasar di Kabupaten Tulungagung yang terus terjadi setiap tahun. Pada tahun ajaran 2026/2027, jumlah anak yang masuk jenjang SD disebut berkurang sekitar 2.000 siswa dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain faktor demografi, persaingan antar sekolah juga menjadi penyebab minimnya jumlah pendaftar. Meski pemerintah terus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas pendidikan, masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan sekolah bagi anak-anak mereka.

Baca juga :Β Kakorbinmas Baharkam Polri Tinjau Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Kediri

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan berarti pelaksanaan SPMB mengalami kegagalan, melainkan lebih dipengaruhi oleh perubahan jumlah penduduk usia sekolah.

Ke depan, Disdik Tulungagung berencana berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membahas kemungkinan penyesuaian pagu penerimaan siswa baru di sekolah negeri maupun swasta agar lebih sesuai dengan kondisi riil jumlah anak usia sekolah di daerah.***

Reporter : Sholeh Sirri

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *