Kediri, LINGKARWILIS.COM β Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terkait dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa SMP Negeri 1 Kras setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sampel makanan yang masih tersisa telah dikirim ke Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur di Surabaya untuk mengetahui apakah makanan tersebut menjadi penyebab para siswa mengalami keluhan kesehatan.
Kepala Dinkes Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khatib, membenarkan adanya laporan sebanyak 211 siswa SMP Negeri 1 Kras yang mengalami gejala seperti mual, muntah, dan pusing usai menyantap makanan MBG pada pekan lalu.
“Hasil pemeriksaan laboratorium dari Surabaya masih kami tunggu. Insyaallah hasilnya akan diketahui minggu ini,” ujar Ahmad Khatib.
Baca juga :Β Pemkab Kediri Siapkan Pembukaan Kembali Wisata Air Panas Gunung Kelud
Ia menjelaskan, para siswa mulai mengeluhkan pusing dan mual setelah mengonsumsi makanan di sekolah. Sebagian siswa mendapat penanganan di puskesmas, sementara Dinkes masih melakukan pendataan untuk memastikan apakah ada korban yang sempat dirujuk ke rumah sakit.
“Awalnya anak-anak mengonsumsi MBG di sekolah, kemudian merasakan pusing dan mual. Ada yang dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan. Hingga Senin (27/7/2026), kami masih mendata kemungkinan ada yang dirawat di rumah sakit,” katanya.
Menurut Khatib, kondisi sebagian besar siswa kini berangsur membaik. Beberapa di antaranya juga menjalani perawatan mandiri di rumah bersama keluarga.
Selain melakukan pendataan terhadap siswa SMP Negeri 1 Kras, tim Dinkes juga menelusuri kemungkinan adanya kasus serupa di sekolah lain di wilayah Kecamatan Kras.
Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk memastikan apakah bahan makanan yang disajikan menjadi penyebab munculnya gejala tersebut. Hasil uji tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Baca juga : BPBD Kabupaten Kediri Siapkan Tangki Air dan Petakan Wilayah Rawan Kekeringan Selama Musim Kemarau
“Kami ingin memastikan apakah bahan makanan menjadi penyebab kejadian ini. Program MBG harus tetap memperhatikan aspek keamanan pangan dan kebersihan agar makanan yang diberikan benar-benar aman dikonsumsi siswa,” jelasnya.
Dinkes juga menyebut kemungkinan penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan masih akan dipertimbangkan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.***
Reporter: Bakti Wijyanto
Editor : Hadiyin





