PONOROGO, LINGKARWILIS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo menetapkan status siaga darurat kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) menyusul mulai dirasakannya dampak musim kemarau di sejumlah wilayah.
Status siaga darurat tersebut berlaku mulai 1 Juli 2026 selama 90 hari atau hingga akhir September 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah berbagai dampak musim kemarau mulai muncul. Selain fenomena suhu dingin atau bediding pada malam hingga pagi hari, BPBD juga mulai menerima permohonan bantuan air bersih serta mencatat sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.
“Kami menetapkan status siaga darurat mulai 1 Juli selama 90 hari. Prediksi BMKG, puncak musim kemarau berlangsung pada Agustus hingga September. Harapannya Oktober sudah mulai terjadi peralihan ke musim hujan,” ujar Masun.
Menurutnya, BPBD juga telah menyiapkan langkah lanjutan apabila kondisi di lapangan semakin memburuk. Status siaga darurat dapat ditingkatkan menjadi tanggap darurat jika wilayah terdampak kekeringan bertambah dan kejadian karhutla terus meningkat.
Baca juga : Pemkab Ponorogo Salurkan Bantuan Alsintan kepada 44 Kelompok Tani, Dukung Swasembada Pangan
“Kalau nantinya memang diperlukan, kami akan membuka posko tanggap darurat,” katanya.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan, BPBD Ponorogo menjadwalkan rapat koordinasi pada pekan pertama Agustus 2026. Rapat tersebut akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Perhutani, Baznas, relawan kebencanaan, hingga instansi terkait lainnya.
Koordinasi itu dilakukan guna menyusun strategi penanganan kekeringan, distribusi bantuan air bersih, serta langkah-langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Masun menambahkan, langkah antisipatif tersebut merupakan tindak lanjut atas prakiraan BMKG yang memprediksi musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan tingkat kekeringan yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga : Tim KSP Tinjau Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri, Pastikan Program Presiden Prabowo Berjalan Optimal
“Langkah tersebut sekaligus menindaklanjuti prakiraan BMKG yang memprediksi musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan intensitas kekeringan yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,” pungkasnya.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo.
Editor : Hadiyin





