Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Memasuki dasarian kedua bulan November, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo melaporkan telah terjadi 22 insiden tanah longsor di sejumlah titik. Sebagian besar kejadian berada di wilayah timur Ponorogo yang memiliki kontur tanah mudah labil saat diguyur hujan deras.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetya, menyampaikan bahwa intensitas hujan tinggi beberapa pekan terakhir berdampak pada meningkatnya bencana hidrometeorologi. Beberapa kecamatan disebut memiliki kerawanan longsor cukup tinggi, di antaranya Pulung, Sooko, Pudak, hingga Sawoo.
“Berdasarkan pemetaan PVMBG, khususnya di Gondangsari, Pulung, bentuk lahannya menyerupai tapal kuda. Jika hujan deras turun dalam waktu lama, struktur tanah mudah menjadi tidak stabil dan berpotensi longsor,” ujar Agung, Senin (24/11/2024).
Baca juga : Sepekan Operasi Zebra Semeru 2025, Satlantas Ponorogo Tekankan Edukasi Pengendara
Saat ini, petugas BPBD masih menangani pembersihan material longsor yang menutup jalan penghubung desa di Wagir Kidul, Kecamatan Pulung. Banyaknya material membuat akses sempat lumpuh dan memerlukan alat berat untuk membuka jalur.
“Material longsor memang cukup banyak, namun akses jalan sudah dapat dilewati kendaraan roda dua,” jelasnya.
Setelah jalan kembali bisa dilalui, BPBD berencana mengevakuasi sebuah mobil milik warga yang tertimbun longsoran. Agung menegaskan bahwa kondisi tanah yang sangat labil membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan kewaspadaan tinggi.
“Kontur tanah di lokasi sangat tidak stabil. Ketika ada longsor, tidak bisa langsung dibersihkan karena rawan terjadi longsor susulan akibat kemiringan tebing yang ekstrem,” tambahnya.
Baca juga : UMK Ponorogo 2025 Naik 7,5 Persen, Disnakertrans Masih Menunggu Pembahasan untuk 2026
Longsor di Dukuh Gondangsari menyebabkan dua rumah mengalami kerusakan berat, sementara di Banaran setidaknya 12 rumah berada dalam kondisi terancam. BPBD telah melakukan penanganan darurat serta menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.
Agung mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan, perbukitan, dan lereng untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika hujan intensitas sedang hingga lebat berlangsung dalam waktu lama, warga diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Pesan ini sudah kami sampaikan kepada pemerintah desa. Jika hujan turun berkepanjangan, warga yang tinggal di area rawan longsor harus segera mengungsi demi keselamatan,” tegasnya.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin





