Kediri, LINGKARWILIS.COM – Sebuah cikar berusia sekitar 75 tahun turut menjadi perhatian dalam Parade Cikar V Kabupaten Kediri 2026, Sabtu (22/8) siang. Cikar milik Sugianto, warga Desa Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten, tersebut masih tampak kokoh, bersih, dan terawat meski telah berusia puluhan tahun.
Sugianto rutin melakukan perawatan agar cikar tetap dalam kondisi baik. Salah satu cara yang dilakukan yakni membersihkan bagian-bagian cikar menggunakan air sabun, kemudian mengeringkannya dan mengelap dengan kain.
Menurut Sugianto, cikar tersebut dibelinya dari seseorang di Pare. Kendaraan tradisional itu merupakan milik generasi ketiga dari pemilik pertama sebelum akhirnya berpindah kepadanya.
“Saya mendapatkan dengan cara membeli dari Pare. Cikar saya beli dari orang pemilik cikar generasi ketiga dari pemilik aslinya. Saat saya beli kondisinya memang sudah terawat dengan baik, bersih dan rapi. Pemiliknya kreatif dengan memasang banyak aksesori agar kereta terlihat indah dipandang,” ujarnya.
Baca juga : HUT RI ke-81, Golkar Kediri Borong Telur Peternak dan Bagikan Makanan Gratis kepada Warga
Sugianto mengaku memiliki ketertarikan tersendiri terhadap cikar tersebut. Ia menjadi pemilik keempat dan berupaya mempertahankan kondisi cikar agar tetap kokoh serta dapat digunakan dalam berbagai kegiatan budaya.
Selain merawat cikar, Sugianto juga memelihara tujuh ekor sapi lokal yang digunakan untuk menarik kendaraan tradisional tersebut. Cikarnya biasanya dimanfaatkan ketika ada parade cikar, termasuk dalam kegiatan memperingati Hari Jadi Kabupaten Kediri maupun agenda karnaval dan pawai budaya lainnya.
“Saya sudah lima kali mengikuti parade cikar ini. Saya ikut sejak pertama hingga sekarang. Saya bersyukur cikar ini jalannya masih bagus. Yang terpenting perawatan menyeluruh harus dilakukan agar cikar saya menarik untuk dilihat,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan komunitas cikar juga turut membantu menjaga kelestarian kendaraan tradisional tersebut. Para pemilik dan anggota komunitas secara rutin melakukan perawatan dari berbagai sisi agar cikar tetap layak digunakan dan tidak kehilangan nilai sejarahnya.
Baca juga : Visitasi Persiapan Embarkasi Haji, Bandara Dhoho Kediri Dinilai Siap dari Sisi Infrastruktur dan Operasional
Keikutsertaan cikar berusia 75 tahun dalam Parade Cikar V menjadi salah satu gambaran upaya masyarakat mempertahankan keberadaan transportasi tradisional sebagai bagian dari warisan budaya Kabupaten Kediri.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






Responses (6)